Sebanyak 80 siswa angkatan pertama SNT 14 Jepara ikuti MPLS

Sebanyak 80 siswa angkatan pertama SNT 14 Jepara ikuti MPLS

Selasa, 11 Agustus 2026 19:04 WIB

Image Print

Bupati Jepara Witiarso Utomo saat berjabat tangan dengan para siswa angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 14 Jepara dilepas untuk mengikuti MPLS di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah. Pelepasan berlangsung di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (11/8/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Jepara.

Jepara (ANTARA) - Sebanyak 80 siswa angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 14 Jepara dilepas untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah.

"MPLS pendidikan program nasional tersebut digelar pada 11-17 Agustus 2026. Para siswa akan mendapatkan pembekalan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga penguatan karakter," kata Kepala BBPMP Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Nugraheni Triastuti saat pelepasan siswa SNT 14 Jepara di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa.

Ia mengatakan siswa yang dinyatakan lolos SNT dari jalur prestasi tersebut telah melalui berbagai tahapan seleksi.

Sebanyak 80 siswa yang diberangkatkan ini merupakan angkatan pertama SNT 14 Jepara. Mereka terdiri dari dua rombongan belajar (rombel) kelas VII SMP dengan total 40 siswa dan dua rombel kelas X SMA dengan total 40 siswa.

Nugraheni menjelaskan pembelajaran di SNT akan menggunakan sejumlah pendekatan kurikulum, antara lain kurikulum nasional, kurikulum berbasis Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM), serta kurikulum yang mengacu pada kearifan lokal.

Menurut dia, materi MPLS lebih diarahkan untuk memperkuat karakter para siswa. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama lima hari dan akan diakhiri dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus.

"Materi MPLS yang diberikan lebih kepada penguatan karakter," ujarnya.

Nugraheni menyebut Jepara menjadi salah satu daerah yang dipilih untuk pengembangan SNT karena memiliki komitmen kuat dalam mendukung program tersebut.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, kata dia, menyiapkan lahan sekitar 10 hektare di kawasan Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakisaji, yang akan digunakan untuk pembangunan SNT. Kelengkapan administrasi dan berkas yang dibutuhkan juga telah dipenuhi.

Selain itu komitmen Pemkab Jepara dalam menyiapkan sekolah transit menjadi salah satu faktor pendukung, sehingga proses pembelajaran dapat segera berjalan sembari menunggu kesiapan sekolah utama.

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan bangga Kota Ukir dipercaya menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan SNT, yang diharapkan menjadi momentum kebangkitan pendidikan di Jepara.

Program SNT diperuntukkan bagi siswa berprestasi dengan latar belakang ekonomi yang beragam atau lintas desil.

"Untuk kuota peserta, sebanyak 95 persen dialokasikan bagi siswa dari Jepara. Sementara lima persen sisanya diperuntukkan bagi siswa dari wilayah sekitar Jepara," ujarnya.

Witiarso berharap keberadaan SNT dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jepara. Apalagi programnya dirancang untuk memperkuat pembelajaran, mengembangkan talenta peserta didik, membentuk karakter dan kepemimpinan, sekaligus memperkuat penjaminan mutu pendidikan.

Baca juga: Pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat di Jepara dijadwalkan 20 Agustus 2026

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.