Sekolah Rakyat Indramayu laksanakan MPLS pada akhir Juli 2026 - ANTARA News Jawa Barat

Indramayu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu, Jawa Barat, memastikan Sekolah Rakyat Terintegrasi di daerahnya siap melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 mulai 31 Juli 2026 setelah pembangunan infrastruktur sekolah memasuki tahap akhir.

Ketua Tim Transisi Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Indramayu Iin Indrayati di Indramayu, Senin, mengatakan pembangunan sekolah yang merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI itu telah mencapai fase yang memungkinkan dimulainya kegiatan pembelajaran.

“Sekolah tersebut dibangun di atas lahan seluas 10 hektare dan dirancang sebagai satu kawasan pendidikan terpadu yang melayani peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA),” katanya.

Ia menyampaikan kesiapan itu diketahui setelah tim melakukan monitoring dan evaluasi terhadap persiapan pelaksanaan MPLS, bagi calon peserta didik baru di kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi.

Pihaknya mendata pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi di Indramayu menerima 270 siswa yang masing-masing terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

“Selain itu terdapat tambahan 100 siswa yang berasal dari sekolah rintisan,” katanya.

Menurut dia, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan, sekaligus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penyediaan fasilitas belajar yang memadai.

“Keberadaan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah, baik Kemensos maupun Pemkab Indramayu, dalam membangun SDM yang unggul serta memperluas pemerataan akses pendidikan,” katanya.

Sementara itu Inspektur Bidang Pemberdayaan Sosial Kemensos Agus Saputra Aryanto mengatakan kawasan Sekolah Rakyat dibangun sebagai kompleks pendidikan yang dilengkapi berbagai sarana penunjang kegiatan belajar.

Ia menjelaskan fasilitas yang tersedia meliputi gedung untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, rumah susun guru, asrama siswa, kantin, masjid, gedung ibadah, gedung serbaguna, ruang terbuka hijau, serta fasilitas olahraga.

Selain itu, kata dia, kawasan sekolah juga memiliki lapangan sepak bola, lintasan jogging, lapangan basket, area serbaguna, hingga taman edukasi yang didukung sistem pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Agus mengatakan dimulainya MPLS menjadi penanda bahwa pembangunan Sekolah Rakyat telah memasuki tahap pemanfaatan, sehingga manfaatnya mulai dirasakan oleh masyarakat.

“Kami bersyukur pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi amanah pemerintah kini telah memasuki tahap pemanfaatan,” katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sekolah Rakyat Indramayu siap laksanakan MPLS pada akhir Juli 2026

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.