Jakarta, CNN Indonesia --
PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp32,3 triliun per Juni 2026 dengan kelolaan nasabah aktif sebanyak 12,4 juta nasabah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).
Mengedepankan perpaduan pembiayaan dan pemberdayaan, kinerja tersebut didukung oleh 4.035 unit layanan, 62.028 pendamping yang mayoritas adalah perempuan, serta 881.118 kelompok nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia.
Di tengah upaya penguatan ekonomi kerakyatan melalui Holding Ultra Mikro, PNM di bawah naungan Danantara membuktikan capaian tersebut sebagai realita tingginya akses pembiayaan produktif bagi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pengusaha ultra mikro yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan formal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan lembaga pembiayaan konvensional, model bisnis PNM dibangun di atas dua pilar yang berjalan beriringan, yakni pembiayaan dan pemberdayaan yang menjadi karakteristik PNM sejak berdiri pada 1999. Dalam prosesnya, dikembangkan tiga bentuk modal secara bersamaan, yaitu modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial.
Selain menyediakan akses permodalan tanpa agunan melalui program Mekaar, perusahaan juga mengembangkan kapasitas usaha nasabah melalui pelatihan, pendampingan, penguatan karakter kewirausahaan, literasi keuangan, hingga literasi digital. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi PNM untuk menciptakan keberlanjutan usaha, serta meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.
Direktur Utama PNM, Kindaris menilai bahwa selain besaran pembiayaan yang disalurkan, indikator keberhasilan perusahaan juga mencakup kemampuan nasabah untuk bertumbuh secara mandiri.
"Pembiayaan akan memberi nilai yang lebih besar ketika diikuti dengan pendampingan. Tujuan akhirnya bukan sekadar usaha bertahan, tetapi agar setiap nasabah memiliki kemampuan untuk terus berkembang," kata Kindaris.
Sepanjang semester I 2026, PNM mencatatkan peningkatan aktivitas pemberdayaan, mewujudkan dukungan terhadap kapasitas bisnis nasabah agar tidak berhenti pada akses modal semata. Sebanyak 26.776 program pelatihan digelar, dengan total 723.883 peserta yang mencakup pelatihan reguler Mekaar, pelatihan klaster usaha, PKU Akbar, community meeting hingga pameran produk.
Sejak 2022 hingga Juni 2026, sebanyak 2.961.104 nasabah berhasil naik kelas dan memiliki pendapatan tambahan dengan 4.901 dari mereka bertransaksi sebagai agen BRILink Mekaar. Sementara itu, platform pembelajaran digital yang diinisiasi oleh PNM telah mencatat 5 juta kali akses dengan total 36 juta peserta, mencerminkan semakin meningkatnya adopsi pembelajaran digital di kalangan pengusaha ultra mikro.
Dengan mayoritas nasabah bergerak di sektor perdagangan, pertanian, industri rumahan, hingga jasa, PNM memegang peran strategis dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat akar rumput. Memasuki semester II 2026, perusahaan akan terus memperluas jangkauan pembiayaan, serta memperkuat kualitas pemberdayaan untuk mendorong ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
(rea/ory)
[Gambas:Video CNN]