AKURAT.CO Dua warga Palestina tewas dan sedikitnya empat lainnya terluka dalam sejumlah serangan Israel di Jalur Gaza pada Jumat (25/9/2026). Korban luka termasuk seorang anak perempuan, sementara sejumlah keluarga pengungsi juga dilaporkan terdampak serangan di beberapa wilayah Gaza.
Di Gaza tengah, sebuah drone Israel menewaskan Ibrahim Fawzi Ismail Mohsen, 36 tahun, ketika ia sedang mengunjungi makam saudaranya, Khalil, di pemakaman Al-Sawarha. Informasi tersebut disampaikan sumber medis dan lokal kepada Anadolu.
Khalil tewas di Deir al-Balah pada 11 Mei 2024 dalam usia 37 tahun. Tiga saudara laki-laki mereka lainnya juga tewas dalam serangan Israel selama perang di Gaza.
Ismail, 40 tahun, tewas pada 7 Oktober 2023. Mohammed, 32 tahun, tewas pada 12 November tahun yang sama, sedangkan Youssef, 28 tahun, tewas pada 6 Juli 2024 ketika Israel menyerang Sekolah Al-Jaouni yang saat itu digunakan sebagai tempat perlindungan warga yang mengungsi di kamp pengungsi Nuseirat.
Korban Berjatuhan di Khan Younis
Di lokasi berbeda, seorang warga Palestina lainnya tewas dalam serangan drone Israel di sebelah barat Khan Younis, menurut sumber medis yang dikutip Anadolu.
Seorang pemuda dan seorang anak perempuan juga terluka akibat serpihan tembakan artileri Israel di kawasan Batn al-Samin, sebelah selatan Khan Younis.
Saksi mata mengatakan pasukan Israel menembaki rumah-rumah warga Palestina serta tenda yang digunakan keluarga pengungsi untuk berlindung. Kendaraan militer Israel juga dilaporkan melepaskan tembakan intensif ke arah wilayah timur dan selatan Khan Younis.
Dua warga Palestina lainnya terluka, salah satunya dalam kondisi serius, setelah sebuah drone menyerang tenda yang menjadi tempat berlindung warga yang mengungsi di Al-Zawayda. Korban mendapat perawatan di Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs.
Tembakan Israel Juga Menyasar Gaza City
Di Gaza City, kendaraan militer Israel dilaporkan kembali melepaskan tembakan ke wilayah timur kawasan Shujaiya dan Tuffah.
Serangkaian serangan tersebut terjadi ketika kondisi kemanusiaan di Gaza masih menjadi perhatian internasional. Warga yang kehilangan tempat tinggal akibat perang masih berlindung di tenda dan fasilitas yang digunakan sebagai tempat pengungsian.