Seskab: Sejumlah penerbangan dialihkan ke Kertajati, disiapkan Whoosh

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan sejumlah penerbangan ke Jakarta akan dialihkan ke Bandara Kertajati, Jawa Barat dan pemerintah akan menyiapkan bus dan kereta cepat Whoosh untuk para penumpang menuju Jakarta.

Dalam siaran Sekretariat Kabinet dikutip dari Jakarta, Minggu, Seskab Teddy mengatakan seiring perkembangan kondisi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau maka terdapat penyesuaian terhadap penerbangan termasuk penghentian sementara operasional Bandara Soekarno-Hatta hingga 17.30 WIB pada hari ini.

"Beberapa penerbangan menuju Jakarta terutama maskapai Garuda ada yang dialihkan untuk mendarat di Bandara Kertajati, Jawa Barat. Untuk selanjutnya disiapkan layanan bus dan Whoosh dari Kertajati menuju Jakarta," kata Seskab Teddy.

Seskab juga menyampaikan bahwa PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menambah kereta menuju Jakarta dari Surabaya, Malang, Semarang dan Yogyakarta, di mana bandara di lokasi-lokasi tersebut saat ini beroperasi dalam kondisi normal.

Tidak hanya itu, menghadapi potensi gangguan kesehatan akibat abu vulkanik, Seskab mengingatkan masyarakat untuk terus menggunakan masker dan kacamata saat keluarga rumah. Selain perlu juga mencuci tangan dan wajah setelah kembali dari luar rumah dan membasahi debu sebelum membersihkannya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengumumkan bahwa enam bandara ditutup sementara akibat terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan sementara dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan.

Bandara yang mengalami penutupan sementara termasuk Bandara Radin Inten Lampung, Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdanakusuma Jakarta, Pondok Cabe, Budiarto Curug Tangerang dan Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Baca juga: Kemenhub minta maskapai penuhi hak penumpang imbas erupsi GAK

Baca juga: KAI Daop 1 catat 35 ribu orang tinggalkan Jakarta di tengah erupsi GAK

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.