Padangsidimpuan (ANTARA) - Setelah hampir sebulan menunggu dengan penuh kecemasan, pasangan lansia Indonesia asal Aceh T. Faisal Laksamana (65) dan dr. Indriati (61) akhirnya menerima kembali mobil yang akan digunakan untuk perjalanan The Great Overland Journey 2026-2027 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Mobil tersebut sebelumnya dikirim dari Kuching, Sarawak, pada 16 Juli 2026. Namun, proses pengeluaran kendaraan dari gudang membuat pasangan yang dikenal dengan sebutan Kakek-Nenek Keliling Dunia itu harus menunggu hingga hampir satu bulan.
Penantian panjang tersebut sempat membuat keduanya merasa cemas dan stres karena mobil merupakan kendaraan utama yang akan digunakan untuk menempuh perjalanan darat lintas negara menuju Timur Tengah hingga Eropa.
Rasa lega akhirnya dirasakan pada Kamis (13/8) sekitar pukul 23.00 waktu setempat, ketika mobil tersebut berhasil diterima dan dapat kembali dilihat langsung oleh keduanya
"Luar biasa, satu bulan lamanya kami menunggu. Akhirnya mobil kami diterima dan bisa kami lihat kembali. Lega sekali rasanya," ujar Faisal dalam keterngannya yang diterima Antara, Senin.
Di katakan, sehari setelah menerima kendaraan, Jumat (14/8), Faisal dan Indriati yang berdomisili di "Kota Salak" Padangsidimpuan ini melanjutkan agenda dengan bersilaturahmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.
Dalam kunjungan tersebut, pasangan Kakek-Nenek Keliling Dunia diterima Minister Counsellor (Information, Social and Cultural) KBRI Kuala Lumpur Fery Iswandi dalam suasana hangat.
Pertemuan dengan perwakilan KBRI menjadi bagian dari rangkaian persiapan ekspedisi The Great Overland Journey 2026-2027, yang akan membawa pasangan tersebut melintasi sejumlah negara dari Asia Tenggara menuju Mekkah, Timur Tengah, hingga Eropa.
Setelah melewati berbagai tantangan dan proses panjang selama berada di Malaysia, Faisal dan Indriati kini kembali mempersiapkan perjalanan mereka.
Bagi pasangan tersebut, berakhirnya penantian mobil menjadi momentum untuk kembali melanjutkan misi perjalanan sekaligus membawa pesan bahwa usia bukan penghalang untuk mewujudkan impian dan membangun persahabatan antarbangsa.
Perjalanan pasangan itu didokumentasikan melalui berbagai platform digital di bawah program Kakek-Nenek Keliling Dunia, sebagai bagian dari upaya berbagi pengalaman, memperkenalkan budaya Indonesia, serta menginspirasi masyarakat untuk terus berkarya dan menjelajah tanpa dibatasi usia.
Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.