SMI Sediakan Pembiayaan US$ 38,79 Juta untuk Pembangunan PLTA Pongbembe di Sulsel

ILUSTRASI. PT SMI menyediakan fasilitas pembiayaan maksimal sebesar US$ 38,79 juta untuk PT Nosu Hydro untuk pembangunan PLTA Pongbembe. (Dok/Arianta)

Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyediakan fasilitas pembiayaan maksimal sebesar US$ 38,79 juta untuk PT Nosu Hydro, anak perusahaan PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), dalam rangka pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pongbembe di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI Sylvi Gani menyampaikan pembiayaan tersebut diberikan dalam bentuk kredit investasi dengan Interest During Construction (IDC). Sylvi menerangkan bahwa pembiayaan untuk PLTA Pongbembe merupakan bagian dari peran PT SMI dalam mendukung pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan dan energi terbarukan di Indonesia. 

Melalui pembiayaan itu, kami berharap pembangunan proyek tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan, serta aktivitas ekonomi di wilayah sekitar,” ujar Sylvi dalam keterangan resmi, Jumat (25/9/2026).

Baca Juga: OJK: Peluang Dana Pensiun untuk Memperluas Perlindungan Hari Tua Masih Cukup Besar

Komisaris PT Nosu Hydro sekaligus pemilik PT Arkora Hydro Tbk Aldo Henry Artoko menyampaikan bahwa dukungan pembiayaan dari PT SMI menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan PLTA Pongbembe hingga tahap operasi komersial. Aldo mengatakan fasilitas pembiayaan dari PT SMI akan mendukung kebutuhan investasi proyek. 

"Dengan demikian, pembangunan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan akhirnya memberikan tambahan pasokan energi listrik bagi Sulawesi Selatan,” ungkap Aldo.

Sementara itu, Sylvi menerangkan PLTA Pongbembe berlokasi di Sungai Nosu, Kecamatan Simbuang, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dengan kapasitas 3x6,66 Megawatt (MW). 

Dijelaskan, proyek itu memiliki Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk jangka waktu 30 tahun sejak Commercial Operation Date (COD) dengan skema Build, Own, Operate, Transfer (BOOT). Adapun target COD proyek ditetapkan pada September 2030.

Baca Juga: Perbankan Gencar Bikin Event Lari, Strategi Baru untuk Gaet Nasabah

Sylvi menyebut dukungan pembiayaan itu sejalan dengan peran PT SMI dalam menyediakan pembiayaan bagi pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur ketenagalistrikan dan energi terbarukan. Dia bilang pembiayaan PLTA Pongbembe juga menjadi bagian dari kontribusi PT SMI dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dan mendukung transisi menuju pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News