Stok Senjata Menipis, AS Genjot Produksi Rudal Patriot dan THAAD

Liputan6.com, Washington, DC - Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) resmi mencapai kesepakatan raksasa dengan dua perusahaan pertahanan terbesar dunia, Lockheed Martin dan Northrop Grumman, untuk menggenjot produksi komponen sistem perisai rudal Patriot dan THAAD—sistem penangkis khusus yang dirancang untuk menghancurkan rudal balistik musuh di atmosfer atas.

Kesepakatan untuk memperbanyak sistem penangkis rudal jenis Patriot PAC-3 dan THAAD ini diumumkan pada Senin (4/8/2026).

"Membangun 'Arsenal Kebebasan' (pusat persenjataan) membutuhkan rantai pasok yang kuat dan dinamis di seluruh tingkat industri pertahanan," ujar Wakil Menteri Pertahanan AS Michael P. Duffey seperti dilaporkan Al Jazeera.

Lewat perjanjian ini, produksi rudal Patriot akan digenjot hingga tiga kali lipat. Sementara itu, produksi sistem THAAD akan dinaikkan hingga empat kali lipat dari kapasitas normal.

Meski total nilai kesepakatan keseluruhan dirahasiakan, Angkatan Darat AS dilaporkan telah menandatangani kontrak terpisah senilai lebih dari US$ 58 miliar dolar AS dengan Lockheed Martin khusus untuk memproduksi rudal Patriot.

Nilai fantastis ini merupakan investasi jangka panjang. Pentagon mengubah kontrak jangka pendek yang awalnya hanya berlaku satu tahun (senilai US$ 4,7 miliar pada April lalu), menjadi kontrak raksasa selama tujuh tahun ke depan.

Di sisi lain, Northrop Grumman kebagian jatah kontrak senilai lebih dari US$ 3 miliar dolar AS untuk memproduksi motor roket dan badan rudal.

"Investasi jangka panjang kami dalam teknologi manufaktur mutakhir membuat perusahaan bisa menaikkan kapasitas produksi dalam waktu yang sangat singkat," kata Wakil Presiden Korporat Northrop Grumman Ben Davies.

Northrop Grumman menambahkan, pabrik mereka di West Virginia kini mampu memproduksi komponen tiga kali lipat lebih cepat berkat modernisasi yang dicicil sejak 2021. Peningkatan produksi juga terjadi di fasilitas mereka di Maryland sebesar 25 persen.