Sulit Bayar Pinjaman Paylater? Kredivo Jelaskan Cara Ajukan Restrukturisasi dan Mekanisme Penyelesaiannya

Penjelasan tersebut disampaikan Kredivo di tengah perhatian publik terhadap dugaan pelanggaran yang melibatkan seorang oknum petugas penagihan di Purworejo, Jawa Tengah. Perusahaan menegaskan bahwa investigasi masih berlangsung dan setiap dugaan pelanggaran akan ditangani secara objektif sesuai prosedur yang berlaku.

Ringkasan

Debitur yang mengalami kesulitan membayar cicilan tidak disarankan menghilang atau menghindari komunikasi dengan perusahaan pembiayaan. Sebaliknya, debitur dapat segera menghubungi layanan pelanggan untuk menjelaskan kondisi keuangannya dan mengajukan restrukturisasi apabila memenuhi ketentuan yang berlaku. Langkah ini dinilai lebih baik dibanding membiarkan tunggakan terus bertambah hingga memasuki tahapan penagihan lanjutan.

Poin penting yang perlu diketahui:

  • Restrukturisasi menjadi salah satu solusi bagi debitur yang mengalami kesulitan pembayaran.

  • Debitur sebaiknya proaktif menghubungi perusahaan sebelum tunggakan semakin besar.

  • Penagihan dilakukan secara bertahap sesuai prosedur perusahaan.

  • Dugaan pelanggaran yang sedang diinvestigasi tidak mencerminkan standar operasional perusahaan.

Apa Itu Restrukturisasi Pinjaman Kredivo?

Restrukturisasi pinjaman merupakan upaya penyesuaian skema pembayaran bagi debitur yang mengalami kendala finansial sehingga tidak mampu memenuhi kewajiban sesuai jadwal semula. Tujuannya bukan menghapus utang, melainkan memberikan ruang agar pembayaran tetap dapat dilakukan dengan cara yang lebih realistis sesuai kemampuan debitur.

Dalam praktik industri pembiayaan, restrukturisasi dapat berupa penyesuaian tenor, perubahan jadwal pembayaran, maupun bentuk penyesuaian lain sesuai hasil evaluasi perusahaan terhadap kondisi masing-masing debitur. Karena itu, tidak semua permohonan otomatis disetujui. Perusahaan akan menilai sejumlah aspek, mulai dari riwayat pembayaran hingga kemampuan finansial debitur.

Yang terpenting, restrukturisasi umumnya hanya dapat diproses apabila debitur bersedia berkomunikasi secara terbuka mengenai kondisi yang sedang dihadapi. Semakin cepat debitur menyampaikan kendalanya, semakin besar peluang perusahaan mencari solusi yang sesuai.

Restrukturisasi Bukan Tanda Gagal, tetapi Bentuk Penyelesaian yang Bertanggung Jawab

Masih banyak masyarakat yang menganggap restrukturisasi sebagai tanda bahwa seseorang gagal mengelola keuangan. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.

Dalam industri jasa keuangan, restrukturisasi justru menjadi salah satu instrumen manajemen risiko yang lazim digunakan ketika debitur menghadapi kondisi di luar kendalinya. Langkah ini membantu debitur tetap memenuhi kewajibannya, sekaligus memungkinkan perusahaan menjaga kualitas pembiayaan.

Dari sudut pandang perlindungan konsumen, komunikasi aktif jauh lebih baik dibanding membiarkan tunggakan terus bertambah tanpa kepastian penyelesaian. Semakin lama debitur menghindari komunikasi, semakin sedikit pilihan penyelesaian yang tersedia.

Mengapa Mengajukan Restrukturisasi Lebih Baik daripada Membiarkan Tunggakan?

Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi ketika seseorang mengalami kesulitan membayar cicilan adalah memutus komunikasi dengan perusahaan pembiayaan. Banyak debitur beranggapan bahwa menghindari telepon atau pesan penagihan dapat menghentikan proses penagihan. Kenyataannya, pendekatan tersebut justru dapat memperumit penyelesaian.

Sebagai ilustrasi, bayangkan seorang karyawan yang baru saja kehilangan pekerjaan dan memiliki cicilan yang jatuh tempo setiap bulan. Jika ia segera menghubungi perusahaan untuk menjelaskan kondisi yang dialami, peluang memperoleh solusi seperti restrukturisasi masih terbuka.

Sebaliknya, apabila debitur tidak memberikan kabar selama berbulan-bulan hingga tunggakan terus bertambah, perusahaan akan tetap menjalankan mekanisme penagihan sesuai prosedur yang berlaku. Akibatnya, ruang negosiasi menjadi lebih terbatas dibanding ketika debitur menyampaikan kendalanya sejak awal.

Di sinilah restrukturisasi memiliki peran penting. Opsi ini bukan sekadar memberikan keringanan bagi debitur, tetapi juga menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan bagi kedua belah pihak. Debitur memiliki kesempatan menyelesaikan kewajibannya, sementara perusahaan tetap dapat menjaga kualitas portofolio pembiayaannya.

Dalam konteks tersebut, pesan utama yang ingin disampaikan Kredivo bukan hanya mengenai investigasi atas dugaan pelanggaran yang sedang berlangsung, melainkan juga pentingnya komunikasi terbuka antara debitur dan perusahaan ketika menghadapi kesulitan finansial. Dengan komunikasi yang baik, penyelesaian melalui restrukturisasi dapat dipertimbangkan sebelum permasalahan berkembang menjadi tunggakan yang lebih kompleks.

Baca Juga: Investigasi Kredivo Tetap Berjalan Meski Korban dan DC Berdamai, Ini Langkah yang Sudah Dilakukan

Baca Juga: Cara Menggunakan Paylater Kredivo untuk Membayar Transjakarta

Bagaimana Mekanisme Penagihan Kredivo dan KrediFazz?

Di tengah perhatian publik terhadap dugaan pelanggaran oleh seorang oknum petugas penagihan, Kredivo dan KrediFazz menegaskan bahwa proses penagihan pada dasarnya dilakukan secara bertahap sesuai standar operasional perusahaan (SOP) dan ketentuan regulator.

Artinya, kunjungan langsung ke rumah debitur bukanlah langkah pertama yang dilakukan perusahaan ketika terjadi keterlambatan pembayaran. Sebelum sampai pada tahap tersebut, terdapat proses komunikasi melalui berbagai saluran yang bertujuan mengingatkan debitur agar segera menyelesaikan kewajibannya.

Mekanisme bertahap ini menjadi penting dipahami masyarakat karena tidak sedikit yang menganggap setiap keterlambatan pembayaran otomatis akan direspons dengan kedatangan petugas lapangan. Padahal, proses penagihan memiliki tahapan yang jelas dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing akun.

Penagihan Dimulai dari Desk Collection

Direktur Utama KrediFazz, Anita Wijanto, menjelaskan bahwa penagihan selalu mengacu pada ketentuan regulator dan kebijakan internal perusahaan.

"Mengenai mekanisme penagihan, baik di Kredivo maupun KrediFazz, seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan regulator dan standar operasional perusahaan," ujar Anita dalam acara media briefing di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.

Senada dengan itu, Head of Marketing Kredivo, Indina Andamari, menerangkan bahwa tahapan awal penagihan dilakukan melalui desk collection, yakni pengingat kepada debitur melalui telepon maupun saluran komunikasi lainnya.

"Secara umum, prosesnya dilakukan secara bertahap. Tahap awal dilakukan melalui desk collection, yaitu pengingat melalui telepon maupun saluran komunikasi lainnya," kata Indina.

Pendekatan ini memberi kesempatan kepada debitur untuk segera merespons sebelum keterlambatan berkembang menjadi tunggakan yang lebih serius.

Kapan Field Collection Dilakukan?

Jika keterlambatan pembayaran terus berlangsung hingga melewati batas tertentu, proses penagihan dapat meningkat ke tahap berikutnya, yaitu field collection atau kunjungan lapangan.

Menurut Indina, proses tersebut umumnya dilakukan apabila keterlambatan pembayaran telah berlangsung lebih dari sekitar 60 hari.

"Apabila keterlambatan pembayaran telah melewati batas tertentu—sekitar lebih dari 60 hari—maka proses penagihan dapat dilanjutkan oleh field collector," jelasnya.

Sementara itu, Anita menambahkan bahwa kunjungan lapangan merupakan praktik yang lazim dalam industri pembiayaan dan bukan tindakan yang dilakukan karena suatu kasus dianggap istimewa.

"Kalau yang dimaksud adalah kunjungan penagihan ke lapangan (field collection), itu merupakan bagian dari proses bisnis yang normal (business as usual)," ujar Anita.

Ia menegaskan bahwa praktik tersebut telah diatur regulator dan hanya menjadi salah satu tahapan penagihan ketika debitur memenuhi kriteria keterlambatan tertentu.

Tidak Semua Debitur Dialihkan ke Mitra Collection Agency

Salah satu informasi yang juga diluruskan perusahaan adalah anggapan bahwa seluruh debitur yang menunggak lebih dari 60 hari otomatis ditangani pihak ketiga.

Anita menegaskan hal tersebut tidak benar.

"Tidak seluruhnya. Penanganannya bergantung pada berbagai faktor, termasuk wilayah operasional dan kebutuhan penagihan. Ada akun yang ditangani oleh mitra collection agency, tetapi ada juga yang tetap ditangani oleh tim internal (in-house collection)," jelas Anita.

Dengan kata lain, penggunaan mitra collection agency bukanlah mekanisme otomatis, melainkan bagian dari strategi operasional perusahaan yang mempertimbangkan berbagai aspek.

Tanggung Jawab Tetap Berada pada Perusahaan

Meskipun bekerja sama dengan pihak ketiga, perusahaan menegaskan bahwa tanggung jawab terhadap seluruh proses penagihan tetap berada di tangan Kredivo maupun KrediFazz.

"Walaupun menggunakan mitra collection agency, tanggung jawab terhadap proses penagihan tetap berada pada kami. Karena itu, kami tidak lepas tangan dan tetap bertanggung jawab atas seluruh proses yang dijalankan," kata Anita.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak memandang kerja sama dengan pihak ketiga sebagai alasan untuk melepaskan tanggung jawab terhadap perlindungan konsumen.

Restrukturisasi Menjadi Solusi Sebelum Masalah Semakin Besar

Salah satu pesan penting yang dapat ditarik dari penjelasan perusahaan adalah bahwa komunikasi aktif jauh lebih efektif dibanding menghindari penagihan.

Sebagai ilustrasi, seorang pelaku UMKM mengalami penurunan omzet akibat kondisi ekonomi sehingga kesulitan membayar cicilan selama dua bulan. Jika ia memilih mengabaikan telepon dari perusahaan pembiayaan, tunggakan akan terus bertambah dan proses penagihan akan berlanjut sesuai prosedur.

Sebaliknya, apabila debitur segera menghubungi perusahaan dan menjelaskan kondisi keuangannya, peluang memperoleh solusi seperti restrukturisasi menjadi lebih terbuka.

Inilah perbedaan mendasar yang sering kali luput dipahami masyarakat. Restrukturisasi bukan diberikan karena debitur menunggak selama mungkin, melainkan karena adanya komunikasi dan itikad baik untuk menyelesaikan kewajiban.

Dari sisi perusahaan, pendekatan tersebut juga lebih efektif dibanding harus membawa proses penagihan ke tahap yang lebih kompleks.

Mengapa Kasus Ini Penting bagi Industri Fintech?

Kasus yang tengah menjadi perhatian publik sebenarnya memberikan pelajaran penting bagi seluruh ekosistem pembiayaan digital.

Pertama, masyarakat perlu memahami bahwa tindakan seorang oknum tidak selalu mencerminkan keseluruhan sistem yang diterapkan perusahaan. Justru ketika dugaan pelanggaran muncul, yang menjadi ukuran tata kelola perusahaan adalah seberapa cepat investigasi dilakukan, bagaimana koordinasi dengan regulator dijalankan, dan langkah perbaikan apa yang diambil.

Kedua, literasi keuangan menjadi semakin penting. Banyak debitur masih beranggapan bahwa menghindari perusahaan pembiayaan dapat menyelesaikan masalah. Padahal, komunikasi sejak awal justru membuka peluang penyelesaian melalui restrukturisasi maupun skema lain yang sesuai kebijakan perusahaan.

Ketiga, perusahaan pembiayaan juga dituntut terus memperkuat pengawasan terhadap mitra, meningkatkan pelatihan petugas penagihan, serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai prinsip perlindungan konsumen.

Pada akhirnya, kepercayaan masyarakat terhadap industri fintech tidak hanya dibangun melalui kemudahan memperoleh pinjaman, tetapi juga melalui cara perusahaan menangani permasalahan ketika debitur menghadapi kesulitan finansial.

Penutup

Kesulitan membayar pinjaman dapat dialami siapa saja. Yang membedakan adalah bagaimana debitur merespons situasi tersebut. Menghindari komunikasi hanya berpotensi memperumit penyelesaian, sementara menyampaikan kondisi secara terbuka memberi peluang untuk memperoleh solusi yang lebih baik, termasuk melalui restrukturisasi apabila memenuhi ketentuan perusahaan.

Di sisi lain, Kredivo dan KrediFazz menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan investigasi dugaan pelanggaran secara objektif, memperkuat pengawasan terhadap proses penagihan, serta terus mengedepankan perlindungan konsumen. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri pembiayaan digital.

Pantau terus perkembangan informasi seputar layanan pembiayaan digital dan hak-hak konsumen agar dapat mengambil keputusan finansial secara lebih bijak.

Baca Juga: Apa Itu PayLater? Pengertian, Cara Menggunakan, dan Tips Bijak Agar Terhindar dari Utang

Baca Juga: Permintaan Paylater Meningkat, Akulaku Kantongi Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon

FAQ

Apakah Kredivo menyediakan restrukturisasi pinjaman?

Ya. Debitur yang mengalami kesulitan membayar cicilan dapat menghubungi layanan pelanggan Kredivo untuk menyampaikan kondisi keuangannya. Permohonan restrukturisasi akan dievaluasi sesuai kebijakan perusahaan dan tidak otomatis disetujui untuk semua debitur.

Bagaimana cara mengajukan restrukturisasi pinjaman di Kredivo?

Langkah pertama adalah menghubungi layanan pelanggan Kredivo sebelum tunggakan semakin besar. Debitur perlu menjelaskan alasan kesulitan pembayaran dan mengikuti proses evaluasi yang ditetapkan perusahaan.

Apakah semua debitur yang terlambat membayar akan didatangi debt collector?

Tidak. Penagihan dilakukan secara bertahap. Tahap awal umumnya melalui desk collection menggunakan telepon atau media komunikasi lainnya. Kunjungan lapangan baru dilakukan apabila keterlambatan memenuhi kriteria tertentu sesuai prosedur perusahaan.

Kapan field collection dilakukan?

Berdasarkan penjelasan Kredivo, proses field collection umumnya dilakukan ketika keterlambatan pembayaran telah melewati batas tertentu, sekitar lebih dari 60 hari, dengan tetap mengikuti ketentuan regulator dan SOP perusahaan.

Apakah semua akun yang menunggak dialihkan kepada pihak ketiga?

Tidak. KrediFazz menjelaskan bahwa penanganan akun bergantung pada berbagai faktor, termasuk wilayah operasional dan kebutuhan penagihan. Sebagian ditangani tim internal, sementara sebagian lainnya menggunakan mitra collection agency.

Apa yang dilakukan Kredivo setelah muncul dugaan pelanggaran oleh oknum petugas penagihan?

Perusahaan menyatakan telah melakukan investigasi internal, berkoordinasi dengan OJK, menonaktifkan sementara petugas yang diduga terlibat berdasarkan hasil evaluasi awal, serta mengevaluasi kerja sama dengan mitra collection agency untuk memperkuat pengawasan dan kepatuhan terhadap SOP.