Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan pembayaran nontunai sekali bayar bagi penumpang Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang).
"Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi mobilitas," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumut Yuda Pratiwi Setiawan dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Jumat.
Selain itu, lanjut dia, pembayaran cara itu juga untuk menghemat biaya perjalanan masyarakat, dan memodernisasi tata kelola transportasi di kawasan Mebidang.
Metode pembayaran sekali bayar tersebut menggunakan sistem nontunai, seperti kartu uang elektronik (KUE), QRIS Scan, dan QRIS Tap.
Melalui pembayaran terintegrasi ini, penumpang cukup melakukan satu kali tap kartu atau memindai kode nontunai untuk satu kali perjalanan, walaupun transit atau berganti koridor maupun armada bus.
"Contohnya kita dari Lubuk Pakam sampai ke Amplas dengan koridor di SM Raja. Kemudian penumpang turun di situ karena mau menuju Pos Blok, maka kita tidak bayar lagi," katanya.
Gubernur Sumut Bobby Nasution meluncurkan operasional BRT Mebidang melayani rute Medan-Binjai, dan Medan-Lubuk Pakam di Terminal Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (19/8).
BRT Mebidang beroperasi penuh menggunakan 30 bus listrik terdiri atas 14 unit Koridor 11 (Teladan-Terminal Lubuk Pakam), dan 13 unit Koridor 12 (Simpang Barat-Binjai), serta tiga unit armada cadangan pada 8 Desember 2026.
"Cukup sekali bayar. Setelah itu tunggu bus untuk selanjutnya ke Pos Blok, maka tidak akan bayar lagi selama tidak keluar dari koridor. Itu rencana kita supaya tidak membebani masyarakat,” kata Yuda menjelaskan.
Sejak diluncurkan di Terminal Lubuk Pakam hingga kini, ungkap dia, layanan BRT Mebidang masih tahap uji coba, sehingga masyarakat bisa menggunakan layanan transportasi publik ini secara gratis.
"Setelah beroperasi penuh, maka tarif direncanakan Rp4.300 per penumpang umum dan Rp3.000 per penumpang kategori khusus, seperti pelajar, penyandang disabilitas, serta lanjut usia," ujar dia.
Menurut dia, BRT Mebidang merupakan salah satu Proyek Strategis Daerah (PSD) Pemprov Sumut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota.
"Proyek ini transportasi massal berbasis bus listrik kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang bertujuan mengurangi kemacetan, serta menyediakan layanan transportasi umum modern dan ramah lingkungan," ujar Yuda.
Pewarta: Muhammad Said
Editor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.