Survei: Pemimpin Partai Yashar Gadi Eisenkot Ungguli Netanyahu Sebagai Calon PM Israel

Sabtu, 19 September 2026 - 20:06 WIB

Jakarta, VIVA – Sebanyak 48 persen warga Israel lebih memilih pemimpin Partai Yashar Gadi Eisenkot sebagai perdana menteri dibandingkan Benjamin Netanyahu yang hanya mendapat 40 persen, demikian hasil jajak pendapat yang dirilis Jumat.

Baca Juga

Survei yang diterbitkan harian Israel Maariv itu menunjukkan Eisenkot unggul dalam simulasi pilihan langsung untuk posisi perdana menteri jika pemilihan Knesset digelar saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantan Perdana Menteri Naftali Bennett juga unggul atas Netanyahu dengan perolehan 44 persen berbanding 41 persen. Sementara itu, Netanyahu unggul atas Avigdor Lieberman dengan 42 persen berbanding 38 persen.

Baca Juga

Jajak pendapat tersebut dilakukan Lazar Research dan Panel4All pada 16-17 September terhadap 4.089 responden, dengan margin kesalahan maksimum empat poin persentase.

Menurut hasil survei, koalisi pemerintahan Netanyahu diproyeksikan memperoleh 50 kursi jika pemilu Knesset digelar saat ini, sedangkan blok oposisi diperkirakan meraih 54 kursi.

Baca Juga

Sementara partai-partai Arab diproyeksikan memperoleh 12 kursi, sedangkan Partai Reservists-Economic mendapat empat kursi. Jumlah tersebut mencapai 120 kursi di Knesset.

Survei tersebut juga melaporkan bahwa Partai Yashar pimpinan Eisenkot tetap menjadi partai dengan perolehan kursi terbesar, yakni 23 kursi. Sementara Likud yang dipimpin Netanyahu diproyeksikan memperoleh 18 kursi.

Menurut survei tersebut, sebanyak 38 daftar calon telah terdaftar untuk mengikuti pemilihan Knesset mendatang. Sebanyak 13 daftar diproyeksikan melewati ambang batas pemilu dan masuk parlemen.

Pembentukan pemerintahan Israel membutuhkan dukungan sedikitnya 61 anggota dari total 120 kursi Knesset.

Jajak pendapat tersebut dirilis beberapa pekan sebelum pemilihan umum Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Netanyahu memimpin pemerintahan Israel saat ini sejak akhir Desember 2022.

Netanyahu menghadapi dakwaan korupsi. Mahkamah Pidana Internasional juga telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya terkait dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza. (Ant)

Ilustrasi Selat Hormuz.

Iran Tidak Akan Buka Kembali Selat Hormuz Selama Trump dan Netanyahu Masih Berkuasa

Iran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu masih berkuasa

VIVA.co.id

18 September 2026