Telkom akuisisi Digiserve bidik kontribusi bisnis enterprise 40 persen

Saat ini bisnis enterprise berkontribusi sekitar kurang dari 15 persen terhadap pendapatan Telkom. Kami melihat level ini adalah masih sub-optimal dan memiliki ruang pertumbuhan yang masih besar

Jakarta (ANTARA) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan mengambil alih sebesar 100 persen modal ditempatkan dan disetor PT Digital Aplikasi Solusi (Digiserve), yang menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat bisnis business to business (B2B) di bidang information and communication technology (ICT).

Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine mengatakan bahwa kepemilikan penuh tersebut akan memperkuat integrasi Digiserve ke dalam segmen B2B ICT Telkom.

"Digiserve akan menjadi bagian dari segmen B2B ICT Telkom, sehingga pengendalian langsung ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan menghadirkan solusi ICT end-to-end yang lebih terintegrasi," ujar Vera dalam konferensi pers Public Expose Live 2026 di Jakarta, Senin.

Segmen B2B ICT merupakan bagian dari bisnis enterprise Telkom, yang mana ​​​​Vera mengungkapkan bisnis enterprise saat ini berkontribusi kurang dari 15 persen terhadap total pendapatan perseroan.

Sehingga, Ia menilai kontribusi tersebut masih berada di bawah potensi yang dapat dikembangkan, seiring dengan meningkatnya permintaan pasar saat ini.

"Saat ini bisnis enterprise berkontribusi sekitar kurang dari 15 persen terhadap pendapatan Telkom. Kami melihat level ini adalah masih sub-optimal dan memiliki ruang pertumbuhan yang masih besar seiring dengan demand dari pasar yang terus meningkat," ujar Vera.

Sementara itu, Ia mengatakan bahwa kontribusi bisnis enterprise pada sejumlah perusahaan telekomunikasi global telah mencapai 20-40 persen dari total pendapatan Grup.

Baca juga: Telkom komitmen bagikan dividen 60-90 persen laba bersih tahun 2026

Baca juga: Telkom Perkuat Kolaborasi Pentahelix, Persiapkan Kedaulatan Digital di Universitas

Sehingga, capaian perusahaan telekomunikasi global tersebut akan menjadi salah satu benchmark bagi Telkom untuk meningkatkan skala bisnis B2B ICT ke depan.

"Di sejumlah perusahaan telekomunikasi global, kontribusi bisnis enterprise telah mencapai 20-40 persen terhadap pendapatan total grup. Ini menjadi benchmark dan menunjukkan peluang bagi Telkom untuk terus meningkatkan skala B2B ICT secara bertahap sebagai salah satu sumber pertumbuhan revenue (pendapatan) ke depannya," ujar Vera.

Sebelumnya dalam pengumuman resmi pada Rabu (02/09), manajemen Digiserve menyebutkan bahwa 100 persen saham Digiserve akan diambil alih oleh Telkom dari pemegang saham eksisting, yakni PT Multimedia Nusantara dan Trihono Edhie Laksono.

Adapun pelaksanaan pengambilalihan masih menunggu sejumlah persetujuan korporasi sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan internal Digiserve maupun Telkom. Transaksi tersebut juga bergantung pada pemenuhan persyaratan dalam perjanjian yang berkaitan dengan rencana pengambilalihan.

Digiserve sebelumnya merupakan perusahaan patungan antara Telkom dan Telstra Corporation Limited asal Australia dengan nama Telkomtelstra.

Pada 2021, Telkom Group mengakuisisi 49 persen saham Telstra melalui PT Multimedia Nusantara atau TelkomMetra. Setelah seluruh saham berada di lingkungan Telkom Group, perusahaan tersebut bertransformasi menjadi Digiserve by Telkom Indonesia.

Melalui rencana akuisisi terbaru, struktur kepemilikan akan kembali berubah dengan menempatkan Telkom sebagai pemegang saham pengendali Digiserve secara langsung.

Baca juga: Anak usaha Telkom bangun 4.000 tower pada 2027 jangkau daerah 3T

Baca juga: Telkom ambil peluang jadikan RI rute kabel bawah laut dunia

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.