AKURAT.CO Guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Posko 162 menggelar sosialisasi anti-bullying di SDN 1 Kebonsari, Rowosari, Kabupaten Kendal.
Kegiatan sosialisasi yang digelar pada Kamis (13/8/2026), disambut antusiasme tinggi oleh sekitar 70 peserta didik dari kelas IV hingga VI.
Mengusung tema "Teman Bukan Lawan", program kerja Divisi Kesehatan Lingkungan KKN Posko 162 ini hadir sebagai respons atas permasalahan nyata di lapangan.
Salah seorang guru SD Negeri 1 Kebonsari mengungkapkan, kasus perundungan yang kerap ditemui di kalangan siswa adalah bullying verbal, seperti kebiasaan saling mengejek menggunakan nama orang tua.
Oleh karena itu, sosialisasi ini dinilai sangat relevan dan krusial sebagai langkah intervensi.
Dalam sesi pemaparan materi, para mahasiswa KKN mengedukasi siswa mengenai definisi, bentuk, hingga dampak fatal bullying, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis.
Mahasiswa menekankan bahwa perundungan dapat menyebabkan penurunan prestasi akademik, penurunan kepercayaan diri, hingga memicu stres dan kecemasan berkepanjangan pada korban.
Tak sekadar memberikan teori, para mahasiswa juga mengajak siswa melakukan simulasi peran (role playing), agar mereka mampu membedakan dengan jelas antara perilaku perundungan dan candaan biasa.
Sebagai upaya pencegahan konkret, siswa diajarkan cara merespons bullying, pentingnya membuat kesepakatan antiperundungan di kelas, serta diberikan pemahaman agar tidak takut melapor kepada guru atau pihak sekolah jika melihat maupun mengalami perundungan.
Sesi edukasi ini kemudian ditutup dengan pemutaran video interaktif sebagai bahan evaluasi pemahaman siswa.
Koordinator Divisi Kesehatan Lingkungan Posko 162, Masriatul Munafiah, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan karakter empati sejak dini.
"Kami ingin menanamkan sejak dini bahwa sekolah adalah rumah kedua. Di sini semua harus saling menghargai dan tidak ada ruang untuk menindas. Anak-anak harus tahu bahwa berani itu melindungi, bukan menyakiti," ujarnya.
Langkah preventif mahasiswa KKN ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah.
Maghfirotun, S.Pd., selaku perwakilan guru SDN 1 Kebonsari, bersyukur atas pembekalan yang diberikan kepada anak didiknya.
"Alhamdulillah, melalui sosialisasi ini anak-anak menjadi lebih paham tentang bahaya bullying. Kami juga berharap kehadiran kakak-kakak mahasiswa KKN ini bisa menjadi figur motivasi bagi siswa-siswi kami agar semakin giat belajar dan bersemangat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi nantinya," jelasnya.
Melalui program sosialisasi anti-bullying ini, Tim KKN UIN Walisongo Posko 162 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi cerdas berkarakter, berani bersuara, saling mendukung, dan sepenuhnya menjauhi perilaku perundungan di lingkungan sekolah.
Laporan: Tim Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 162