Warna tembok rumah abad ke-17 yang terletak di dekat perbatasan Jerman tersebut mulanya berwarna kuning dan bertekstur kasar. Kemudian, dilakukan pengecatan ulang menjadi warna putih oleh firma arsitektur Austria, Marte.
Lalu, dipasang papan tanda kepolisian yang tergantung di pintu masuk. Namun, di trotoarnya masih terdapat sebuah batu peringatan yang bertuliskan “Demi Perdamaian, Kebebasan, dan Demokrasi. Fasisme Tak Boleh Terulang Lagi. Jutaan Korban Meninggal Menjadi Peringatan.”
Menteri Dalam Negeri Karner berkata bahwa mulai saat ini rumah tersebut menjadi “tempat untuk demokrasi, supremasi hukum, keamanan, kebebasan, dan martabat manusia”.
“Tapi, di waktu yang sama, kenangan tersebut tidak akan menghilang, tidak ada yang ditutupi. Batu peringatan di depan rumah ini, yang dipahat dari granit bekas kamp konsentrasi Mauthausen, tetap ada di tempatnya,” tutur Karner.
Setelah Jerman yang dipimpin oleh Hitler berhasil menduduki negara tetangganya di Pegunungan Alpen pada tahun 1938, 65,000 orang Yahudi Austria dibunuh dan 130,000 lainnya dipaksa mengungsi.
Namun, partai politik paling populer di Austria sekarang adalah FPOe sayap kanan ekstrem yang didirikan oleh mantan anggota Nazi. Sekitar 37 persen warga Austria mendukung partai tersebut, menurut agregator jajak pendapat Europe Elects.
Rumah tersebut yang telah dimiliki oleh keluarga yang sama sejak tahun 1912, menyewakannya kepada pemerintah Austria pada 1972. Tempat itu pun digunakan sebagai pusat untuk penyandang disabilitas, yang juga termasuk di antaranya para korban dari Reich Ketiga.
Walaupun neo-Nazi sering datang ke alamat tersebut, pemilik pribadi terakhirnya, Gerlinde Pommer, menolak segala bentuk perubahan pada rumah itu dan terus menentang pengambilalihan paksa oleh negara hingga akhir hayatnya.
Kemudian, tiga tahun setelah Austria mengesahkan undang-undang pada tahun 2016 untuk mengambil alih bangunan yang sudah rusak tersebut, Mahkamah Agung akhirnya menyetujui pembelian properti seluas 800 meter persegi seharga 810,000 Euro atau Rp 16,5 miliar.