TEP ITS kembangkan formulir digital beasiswa ADiK di Mansel - ANTARA News Papua Tengah

Ransiki (ANTARA) - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan formulir pendaftaran beasiswa afirmasi pendidikan tinggi (ADiK) untuk memudahkan siswa di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Ketua TEP ITS Yogantara Setya Dharmawan di Ransiki, Selasa, mengatakan formulir digital dirancang berdasarkan temuan lapangan mengenai tingginya minat siswa melanjutkan pendidikan tinggi tetapi terkendala biaya, informasi, dan akses layanan.

“Dari hasil survei, minat siswa untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi cukup banyak tapi terkendala berbagai faktor yang perlu dijawab melalui pendekatan layanan,” kata Yogantara.

Ia menjelaskan bahwa 168 dari 200 siswa yang disurvei atau 84 persen berminat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kemudian terdapat 122 siswa atau 61 persen yang menyebut biaya kuliah sebagai hambatan utama.

Survei juga menemukan 70 siswa atau 35 persen mengkhawatirkan biaya hidup selama menempuh pendidikan tinggi, sekitar 36,5 persen siswa belum mengetahui adanya informasi beasiswa ADiK, 24 persen sudah mengetahui, dan 36,5 persen pernah mendengar.

“Sebanyak 111 siswa atau 55,5 persen menyatakan membutuhkan informasi mengenai beasiswa ADiK. Persentase yang sama juga membutuhkan informasi mengenai jalur masuk perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, temuan tersebut diperoleh melalui survei dan diskusi kelompok terarah yang dilakukan TEP ITS bersama sekolah serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari Selatan pada 18-19 Agustus 2026.

Survei bertujuan menggali kebutuhan siswa sekaligus memberikan informasi mengenai peluang pendidikan tinggi melalui beasiswa ADiK, yang kemudian menjadi dasar perumusan mekanisme pendaftaran awal berbasis digital.

“Mekanisme pendaftaran awal melalui sekolah, sehingga siswa tidak harus datang langsung ke kantor dinas. Guru diarahkan jadi pendamping dalam proses pengisian data pendaftaran,” ujarnya.

Ia menyebut formulir yang sebelumnya menggunakan sistem manual dikembangkan menjadi formulir daring agar data pendaftar dapat dihimpun secara terstruktur dan memudahkan proses rekapitulasi serta pemantauan.

Formulir digital saat ini masih dalam tahapan pengembangan serta revisi berdasarkan saran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manokwari Selatan, sekolah, para guru, maupun pihak terkait lainnya agar implementasinya berjalan optimal.

"Setelah disempurnakan, formulir akan disosialisasi dengan penggunaan secara lebih luas. Distrik Ransiki menjadi tahap awal implementasi digitalisasi pendaftaran," ujarnya.

Menurut dia, teknologi dalam program digitalisasi ditempatkan sebagai sarana mendekatkan layanan pendidikan kepada siswa melalui sekolah dan guru, bukan sekadar mengganti formulir kertas menjadi formulir daring.

Inisiatif tersebut sekaligus diarahkan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya tentang pendidikan berkualitas, upaya mengurangi kesenjangan, dan penguatan koordinasi lintas kemitraan.

“Digitalisasi pendaftaran daring yang kami kembangkan merupakan bagian dari riset bertajuk Digitalisasi Kelembagaan Organisasi Non-Profit di Kawasan Transmigrasi Ransiki,” katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: TEP ITS kembangkan formulir digital beasiswa ADiK di Manokwari Selatan

Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.