Manokwari (ANTARA) - Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) menggandeng Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Papua (Unipa) mengembangkan produk UMKM berbahan komoditas pala di kawasan Werianggi-Werabur, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.
Perwakilan Tim 8 TEP UI Nurning Agusriyanti Naris di Manokwari, Rabu, mengatakan kolaborasi dengan akademisi Unipa merupakan bagin dari pendampingan untuk menentukan teknologi pengolahan yang sesuai dengan karakteristik produk dan kapasitas UMKM.
“Kami sudah konsultasi dengan sejumlah akademisi Unipa soal penggunaan peralatan, proses pengolahan, pengemasan, hingga pengujian sampel produk pala untuk skala UMKM,” katanya.
Menurut dia, hasil konsultasi tersebut menjadi referensi bagi tim dalam menyusun tahapan pengembangan produk, terutama menentukan kebutuhan peralatan dan memperbaiki proses produksi yang telah dirintis di lokasi pendampingan.
Kolaborasi itu bermula dari audiensi TEP 8 UI dengan akademisi Fakultas Kehutanan Unipa mengenai lanskap dan komoditas unggulan di Papua Barat, yang kemudian mengarahkan tim mendalami potensi pala bersama Fakultas Teknologi Pertanian Unipa.
“Konsultasi dilaksanakan tanggal 25, 28, dan 29 September 2026 dengan akademisi yang memiliki keahlian pada komoditas pala, teknologi hasil pertanian serta alat produksi pertanian dan biosystem,” ujarnya.
Ketua Tim 8 TEP UI Rambat Lupiyoadi menyebut pendampingan diarahkan agar potensi pala di kawasan Werianggi-Werabur tidak hanya dipasarkan dalam kondisi mentah, tetapi dikembangkan menjadi produk turunan yang memiliki peluang memasuki pasar modern.
Upaya tersebut turut mencakup pendampingan terhadap pemenuhan legalitas produk sebagai bagian dari kesiapan UMKM memperluas akses pasar, dan sampel produk pala terlebih dahulu diuji untuk mengevaluasi kelayakan sebelum tahap pengembangan.
"Harapannya, komoditas mentah dapat diubah menjadi produk jadi berkualitas yang siap bersaing di pasar modern," kata Rambat.
Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Unipa Budi Santoso menerangkan, pengembangan pala Teluk Wondama perlu mengarah pada diversifikasi produk sehingga masyarakat memperoleh manfaat ekonomi lebih besar dibandingkan hanya menjual bahan mentah.
Pengolahan produk turunan komoditas pala berdampak positif terhadap perluasan ruang pengembangan jenis usaha baru yang dapat disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku pala di Teluk Wondama.
"Potensi pala perlu dikembangkan menjadi beragam produk sehingga memberikan nilai ekonomi lebih bagi masyarakat," kata Budi.
Menurut dia, pengembangan produk pangan berbahan pala harus memperhatikan mutu bahan baku, keamanan selama proses pengolahan, serta daya simpan produk yang perlu diperhitungkan sejak tahap perintisan.
"Mutu dan keamanan pangan harus diperhatikan sejak proses pengembangan, karena menentukan konsistensi mutu produksi yang dipasarkan dalam jumlah lebih besar,” ujarnya.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.