Jakarta, CNBC Indonesia - Bekerja ke luar negeri masih menjadi salah satu pilihan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan penghasilan dan peluang kerja yang lebih baik.
Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) "Analisis Mobilitas Tenaga Kerja Hasil Sakernas 2025", jumlah penduduk yang pernah berangkat untuk bekerja ke luar negeri meningkat dari 3,17 juta orang pada 2021 menjadi 4,43 juta orang pada 2025. Jumlah tersebut termasuk 315 ribu yang berangkat dalam lima tahun terakhir.
Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa pasar kerja internasional masih menjadi salah satu alternatif bagi tenaga kerja Indonesia. Mobilitas lintas negara juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pendapatan yang dibawa pulang maupun remitansi.
Penduduk yang Pernah Bekerja ke Luar Negeri Menurut PeriodeKeberangkatan, 2021–2025 Foto: BPS
Namun, persoalan muncul ketika melihat karakteristik pendidikan para pekerja tersebut.
BPS mencatat, dari 315 ribu penduduk yang pernah bekerja di luar negeri dalam lima tahun terakhir, sebanyak 187,8 ribu orang atau 59,6% berpendidikan SMA ke bawah.
Kondisi tersebut terlihat jelas pada sejumlah negara tujuan utama.
Di Malaysia, misalnya, dari 159,4 ribu pekerja Indonesia yang pernah bekerja di negara tersebut dalam lima tahun terakhir, sekitar 103,9 ribu orang atau hampir dua pertiga berpendidikan di bawah SMA.
Sebaliknya, karakteristik pekerja yang menuju Jepang terlihat berbeda. Dari 10,6 ribu pekerja Indonesia yang pernah bekerja di Jepang dalam lima tahun terakhir, seluruhnya tercatat memiliki pendidikan SMA ke atas.
Perbedaan tersebut mengindikasikan bahwa pendidikan dan keterampilan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan akses pekerja Indonesia ke pasar kerja luar negeri.
Jawa Barat Jadi Provinsi dengan Pengirim Migran Terbanyak
Berdasarkan data BPS, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Jawa Timur menjadi tiga provinsi dengan jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang pernah bekerja di luar negeri dan melakukan keberangkatan maupun kepulangan dalam lima tahun terakhir terbanyak.
Malaysia Masih Jadi Tujuan Utama
Dari 315 ribu penduduk yang pernah bekerja ke luar negeri dalam lima tahun terakhir, Malaysia menjadi negara tujuan terbesar.
BPS mencatat sebanyak 159,4 ribu orang atau 50,6% pernah bekerja di Malaysia. Posisi berikutnya ditempati Arab Saudi sebanyak 48,6 ribu orang atau 15,4%, Taiwan 25,1 ribu orang atau 8%, Singapura 16,2 ribu orang atau 5,1%, dan Jepang 10,6 ribu orang atau 3,4%.
Dengan demikian, lebih dari separuh pekerja Indonesia yang memiliki pengalaman bekerja di luar negeri dalam lima tahun terakhir terkonsentrasi di lima negara tersebut.
Pola ini juga tidak terlepas dari kedekatan geografis, kebutuhan tenaga kerja, serta jaringan migrasi yang telah terbentuk di negara-negara tujuan.
(mae/mae)