Rabu, 23 September 2026 - 22:52 WIB
Lampung, VIVA - Toyota Rush dan Daihatsu Terios sudah mengalami berbagai perubahan sejak pertama kali hadir di Indonesia. Namun, perjalanan kedua SUV tersebut ternyata tidak hanya melahirkan generasi baru kendaraan, tetapi juga komunitas pengguna yang mampu bertahan selama hampir dua dekade.
Baca Juga
Hal itu terlihat dari Terios Rush Club Indonesia (Teruci) yang kini memasuki usia ke-19 tahun. Komunitas pengguna Terios dan Rush tersebut merayakan hari jadinya sekaligus menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-10.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Usia 19 tahun menjadi catatan tersendiri bagi sebuah komunitas otomotif. Pasalnya, dalam rentang waktu tersebut, kendaraan yang menjadi bagian dari perjalanan anggotanya juga sudah mengalami berbagai perkembangan.
Baca Juga
Terios dan Rush kini bukan lagi SUV baru seperti ketika pertama kali diperkenalkan. Perubahan desain, teknologi, fitur keselamatan hingga kebutuhan konsumen ikut membuat kedua model tersebut terus beradaptasi dengan perkembangan pasar otomotif Indonesia.
Namun bagi mereka, perubahan kendaraan tidak membuat hubungan antaranggota ikut berhenti.
Baca Juga
Kumendan Pusat Teruci, Budhy Prihantoro, mengatakan perjalanan selama 19 tahun dibangun melalui hubungan persaudaraan antaranggota.
"19 tahun adalah perjalanan panjang yang dibangun dengan persaudaraan. Munas ke-10 menjadi momentum untuk memperkuat organisasi dan menjaga semakin solid," ujar Budhy.
Bagi komunitas otomotif, keberlangsungan organisasi selama hampir dua dekade tentu bukan hanya soal kendaraan yang digunakan. Interaksi antaranggota, kegiatan bersama, hingga rasa memiliki terhadap komunitas menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Hal itu juga terlihat dari rangkaian kegiatan komunitas di Lampung. Selain agenda anniversary dan Munas, komunitas ini turut menggelar kegiatan sosial dengan memberikan santunan kepada Pondok Pesantren Albakrowi di Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan ulang tahun komunitas sekaligus bentuk kepedulian komunitas kepada masyarakat sekitar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketua Pelaksana Anniversary ke-19 dan Munas ke-10 Teruci, Gofan Wijaya, mengatakan kegiatan tersebut memang tidak hanya berfokus pada kendaraan.
"Kami ingin Anniversary ke-19 dan Munas ke-10 ini menjadi momen yang berkesan. Bukan hanya tentang kendaraan, tetapi tentang persahabatan, keluarga, kebersamaan, serta kepedulian terhadap sesama," kata Gofan.
Halaman Selanjutnya
Perjalanan Teruci menunjukkan bahwa komunitas otomotif tidak selalu berhenti ketika sebuah model kendaraan mengalami perubahan. Justru, hubungan yang terbangun di antara para pemilik kendaraan dapat menjadi alasan sebuah komunitas tetap hidup meski kondisi industri otomotif terus bergerak.