Bagikan:
JAKARTA - Protein merupakan salah satu nutrisi yang penting bagi tubuh, terutama bagi yang rutin berolahraga atau menjalani program pembentukan otot. Ini karena protein berfungsi membentuk enzim, sumber energi, hingga menjaga daya tahan tubuh.
Oleh karena itu, tak sedikit orang yang sengaja meningkatkan asupan protein melalui makanan atau suplemen demi mencapai target kebugaran. Namun, perlu diketahui bahwa kebutuhan protein setiap berbeda.
Mengonsumsi protein dalam jumlah berlebihan tidak selalu memberikan manfaat, melainkan dapat membahayakan kesehatan organ tertentu, terlebih jika dilakukan dalam jangka panjang.
“Namun, jika protein dikonsumsi secara berlebihan, dampaknya dapat merugikan kesehatan, tergantung usia dan kondisi kesehatan seseorang,” kata Chief Dietitian Clinical & Oncology Nutrition KIMS Hospitals Electronic City Bengaluru, Chitra B K, dikutip dari Only My Health, Senin, 27 Juli 2026.
Salah satu organ yang paling terdampak jika konsumsi protein berlebihan adalah ginjal. Saat protein dicerna, tubuh menghasilkan sisa metabolisme yang harus disaring dan dibuang melalui ginjal, yang menambah beban organ tersebut.
BACA JUGA:
Masalah lain yang juga bisa terjadi adalah gangguan pada pencernaan. Pola makan tinggi protein sering membuat seseorang mengurangi konsumsi sayur, buah, dan biji-bijian utuh yang merupakan sumber serat.
Hal tersebut mengakibatkan tubuh dapat mengalami sembelit, perut kembung, gangguan keseimbangan bakteri baik di usus, hingga dehidrasi. Dengan sebab itu, maka pola makan tinggi protein tetap perlu diimbangi dengan asupan serat dan cairan yang cukup.
“Berupayalah untuk menggabungkan sumber protein seperti kacang-kacangan, susu, telur ikan, daging tanpa lemak, makanan kedelai, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Harus juga untuk mendapatkan asupan serat dan air yang cukup,” jelasnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
Populer
27 Juli 2026, 16:25
27 Juli 2026, 14:45