Cirebon (ANTARA) - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon memastikan siap memfasilitasi kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Hulubanteng, Kecamatan Pabuaran atas nama Jaeni Tirya Sakrim, yang ditemukan di Arab Saudi setelah 35 tahun kehilangan kabar dengan keluarga.
Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon Novi Hendrianto dalam keterangan di Cirebon, Minggu, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan proses kepulangan Jaeni dari Arab Saudi ke kampung halamannya.
Ia menyebut berdasarkan informasi terakhir yang diterima, Jaeni telah berada di bawah penanganan perwakilan Indonesia di Arab Saudi dan keluarganya juga telah memperoleh kabar mengenai keberadaan PMI tersebut.
“Informasi terakhir sudah ada di KBRI dan pihak keluarganya juga sudah mendapat informasi langsung dari KBRI,” ujarnya.
Pemerintah daerah, kata dia, memiliki Satgas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) yang dapat dilibatkan untuk membantu proses kepulangan PMI hingga ke daerah asal.
“Satgas tersebut terdiri atas sejumlah unsur, termasuk Disnaker, kepolisian, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya yang dapat menangani kebutuhan PMI selama proses pemulangan,” katanya.
Ia menjelaskan pemerintah daerah memiliki kewenangan memfasilitasi pemulangan PMI dari tempat kedatangan hingga rumah, sedangkan penanganan pekerja di negara penempatan menjadi kewenangan pemerintah pusat dan Kementerian Luar Negeri.
Meski demikian, Disnaker tetap menerima laporan dari keluarga PMI yang menghadapi persoalan di luar negeri dan membantu mengoordinasikan penanganan dengan lembaga berwenang.
“Layanan tersebut tersedia melalui P4MI dan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA), sehingga masyarakat dapat menyampaikan pengaduan terkait persoalan ketenagakerjaan di luar negeri,” katanya.
Novi mengatakan status keberangkatan PMI turut menentukan kemudahan pemerintah, dalam memberikan perlindungan karena pekerja yang berangkat secara resmi memiliki data penempatan yang dapat ditelusuri.
“Kalau resmi, data pekerjanya tercatat sehingga ketika ada persoalan, keberadaannya lebih mudah diketahui,” katanya.
Pihaknya mendata, Jaeni berangkat ke Arab Saudi pada 1991 untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga dan masih berkomunikasi dengan keluarga selama sekitar tiga tahun sebelum kehilangan kontak pada 1994.
Keluarga kemudian mendapat kabar setelah seorang perempuan yang mencari keluarganya, mendatangi KBRI dan ciri-ciri yang disampaikan sesuai dengan keluarga Jaeni di Desa Hulubanteng.
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.