Tim gabungan Penajam Paser Utara padamkan 79 karhutla hingga Agustus - ANTARA News Kalimantan Barat

Penajam, Kaltim (ANTARA) - Tim gabungan dari berbagai unsur di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), sejak Januari hingga 30 Agustus ini telah memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 79 kali, sedangkan luas lahan yang terbakar sekira 83,74 hektare.

"Sebanyak 79 kali karhutla tersebut paling sering terjadi pada Agustus yang mencapai 57 kali. Sisanya yang 22 kali terjadi pada Januari hingga Juli," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU Nurlaila di Penajam, Ahad.

Mengingat ini musim kemarau, lanjut dia, terkadang petugas pemadam kesulitan dalam pasokan air sehingga diperlukan kerja ekstra untuk mendapatkan air.

Namun hal itu  bisa diatasi, kata dia,  karena semua pihak bergandengan tangan dan telah memetakan sumber mana yang akan diambil. Terlebih sebelumnya juga telah disiapkan di masing-masing tangki baik tangki mobil, tangki cadangan, maupun bak penampungan.

Jika kebakaran terjadi di sekitar Penajam, maka Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) misalnya, masing masing pos sudah ada tempat ambil air baik di beberapa bak ataupun di sumur air bor yang telah di sediakan di masing-masing pos.

Kemudian BPBD dan Dinas Pertanian, biasanya mengambil air di sumur bor dan embung milik Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) di kolam Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada Komplek Islamic Center.

Jika kebakaran terjadi kawasan Babulu, sudah ada sumur di Desa Gunung Intan. Jika lokasi kebakaran dekat dengan embung air atau sungai kecil, tim memanfaatkan sumber itu untuk pemadaman dan pendinginan menggunakan beberapa mesin portabel.

"Seperti karhutla di Kelurahan Sepan, kami memanfaatkan danau air payau untuk pemadaman dan pendinginan selama enam hari. Karhutla di Riko, jalur masuk Bandara VVIP dan Pulau Balang juga memanfaatkan embung berjarak satu kilometer dari karhutla," katanya.

Nurlaila berterima semua pihak yang selalu sigap melakukan penanganan karhutla, baik dari unsur pemerintah, kepolisian, TNI, lurah, kepala desa, RT, hingga relawan yang tergabung kelompok seperti Masyarakat Peduli Api (MPA), Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), dan lainnya.

"Tim gabungan meliputi BPBD DPKP dengan delapan Pos (Penajam, Petung, Waru, Babulu, Maridan, Sotek, Jenebora, Sepaku), Brigade Karlabun, Satpol PP, TNI, Polri, Disperkimtan, Dinas PUPR, dunia usaha tergantung di wilayah mana karhutla itu terjadi seperti PT STN, WKP, SBSL, IHM, dan PT EastKal," katanya.

Pemadaman karhutla di PPU juga dibantu oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, mobil pemadam milik Nusantara Airport, Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) Telake Dinas Kehutanan Kaltim, KPHP Bongan, KTPA, dan MPA.

Ia merinci per kecamatan kejadian karhutla yakni di Kecamatan Penajam 46 kali dengan lahan terbakar seluas 43,43 hektare dan di Kecamatan Waru 5 kali seluas 19,23 hektare.

Kemudian di Kecamatan Babulu terjadi 19 kali karhutla dengan lahan yang terbakar seluas 12,81 hektare, dan di Kecamatan Sepaku terjadi 8 kali karhutla dengan lahan yang dilalap api seluas 2,26 hektare.

Pewarta: M.Ghofar
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.