Tim-PKM Poltesa manfaatkan limbah pertanian ubah jadi pakan ternak - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Sambas (Poltesa), Kalimantan Barat memanfaatkan limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan untuk diubah menjadi pakan ternak.

"Dengan mesin pencacah biomassa, limbah hasil pertanian yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal kini dapat diolah menjadi bahan yang lebih mudah digunakan sebagai bagian dari pengolahan pakan ternak, " ujar Ketua Tim PKM Poltesa, Iman Syahrizal saat dihubungi di Sambas, Sabtu.

Ia menjelaskan bahwa penerapan teknologi tepat guna tersebut diperuntukkan Kelompok Tani Langgir Jaya, Desa Sungai Serabek.

Menurutnya dengan mesin yang ada mampu membantu mempercepat dan meningkatkan efisiensi proses pengolahan limbah pertanian. Kehadiran teknologi ini juga membuka peluang pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih produktif, sekaligus mendukung upaya mengurangi limbah pertanian yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal.

"Semoga mesin pencacah biomassa multifungsi yang diberikan melalui kegiatan PKM ini dapat mempermudah pekerjaan anggota kelompok tani dalam mengolah limbah pertanian menjadi bahan pakan ternak," kata dia.

Menurutnya, keberlanjutan menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan PKM. Karena itu, masyarakat tidak hanya diperkenalkan dengan mesin, tetapi juga diajak memahami pemanfaatan dan operasional agar teknologi tersebut dapat terus dikembangkan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Bagi masyarakat penerima manfaat, kehadiran mesin pencacah biomassa memberikan harapan baru dalam mengelola limbah pertanian.

Ketua Kelompok Tani Langgir Jaya, Desa Sungai Serabek, Muhammad Ibrohim menyambut baik PKM Poltesa yang dapat membantu kelompoknya untuk berperan luas bagi kemajuan pertanian.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Poltesa, khususnya tim pelaksana PKM, yang telah mempercayai Kelompok Tani Langger Jaya Desa Sungai Serabek sebagai mitra dalam kegiatan ini, " kata dia.

Ia menilai bantuan mesin pencacah biomassa multifungsi ini memberikan banyak manfaat bagi kelompok tani, terutama dalam mempercepat proses pencacahan bahan pakan ternak. Selain itu, mesin ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah bonggol jagung menjadi bahan yang lebih halus sebagai campuran pakan ternak.

Dengan adanya mesin ini, kami berharap waktu dan tenaga yang diperlukan dalam proses pengolahan pakan ternak dapat lebih dihemat, sehingga pekerjaan kelompok menjadi lebih efektif dan produktif.

"Kami berharap kerja sama dan pendampingan seperti ini dapat terus dilakukan sehingga masyarakat semakin mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas usaha pertanian dan peternakan, " ucap dia.

Untuk Tim PKM selain Iman Syahrizal selalu Ketua juga terdiri anggota yakni Sunardi, Elandi, dan Satria. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran sekaligus pengabdian kepada masyarakat yaitu Arifuddin Rahmat Sitaya dari Teknik Mesin Pertanian, Ajhie Saputra dari Teknik Mesin Pertanian dan Ilyas — D3 Teknik Mesin.

Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman nyata di lapangan, sekaligus mempertemukan pengetahuan akademik dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Pewarta: Dedi
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.