Tim Sekolah Vokasi Undip raih perunggu MEC 8 di Lombok
Rabu, 2 September 2026 22:46 WIB
Para mahasiswa Prodi Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan (TRKP) Sekolah Vokasi Undip menunjukkan medali yang diterima pada ajang Mandalika Essay Competition (MEC) 8 yang diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat. ANTARA/HO-Undip
Semarang (ANTARA) - Sebanyak dua tim mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro Semarang meraih medali perunggu pada ajang Mandalika Essay Competition (MEC) 8 diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Medali pertama diraih tim yang terdiri atas Bima Panji Wirabumi, Shendi Setyawan, dan Surya Dias Saputra dari angkatan 2024, serta Fahrul Azmi dan Taufiq Putra Adinata dari angkatan 2025.
Bima, perwakilan tim di Semarang, Rabu, mengatakan mereka berkompetisi pada kategori Teknologi melalui inovasi berjudul “SHIPLEX: Pengembangan Asisten AI untuk Membantu Navigasi Aturan Klasifikasi Kapal pada Tahap Desain Awal (Preliminary Design) Kapal”.
Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan (TRKP) itu, mengembangkan gagasan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai asisten untuk membantu proses navigasi dan pemahaman terhadap aturan klasifikasi kapal pada tahap awal perancangan (preliminary design).
"Gagasan ini relevan dengan perkembangan teknologi digital dan kebutuhan industri perkapalan yang semakin mengarah pada pemanfaatan teknologi cerdas," katanya.
Medali kedua diraih Andhika Berliano Radya Nugraha, mahasiswa TRKP angkatan 2024 yang berkolaborasi dengan dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada dan satu mahasiswa Universitas Sebelas Maret.
Mereka berkompetisi pada kategori Lingkungan dengan mengangkat karya berjudul "Integrasi Sistem Drainase Perkotaan Terpadu dengan Aspal Berpori sebagai Penguatan Mitigasi Bencana Banjir yang Berkelanjutan".
Gagasan tersebut mengangkat integrasi sistem drainase perkotaan dengan penggunaan aspal berpori sebagai salah satu pendekatan dalam memperkuat mitigasi bencana banjir secara berkelanjutan.
"Inovasi ini menunjukkan upaya kami dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan melalui pendekatan teknologi dan pembangunan berkelanjutan," katanya.
Zulfaidah Ariany, selaku dosen kedua tim mengatakan MEC adalah kompetisi esai tingkat nasional yang mempertemukan para peserta dari berbagai institusi pendidikan di Indonesia.
Ajang tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyusun gagasan inovatif, serta menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan melalui karya ilmiah dan kreatif.
Perolehan dua medali perunggu oleh mahasiswa TRKP SV Undip menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan gagasan lintas bidang.
"Karya yang dihasilkan mencakup isu mitigasi bencana dan lingkungan hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam mendukung proses desain kapal," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.