Tips menjaga pakaian agar tidak bau apek selama musim hujan

Jakarta (ANTARA) - Musim hujan kerap membuat urusan mencuci pakaian jadi sedikit lebih merepotkan. Matahari jarang muncul, udara lebih lembap, sementara pakaian yang sudah dicuci kadang harus menunggu berhari-hari untuk kering.

Masalahnya, pakaian yang terlalu lama berada dalam kondisi lembap bisa memunculkan bau apek. Aroma tersebut biasanya semakin terasa ketika pakaian disimpan di lemari meski sebenarnya belum benar-benar kering.

Bau apek tidak sekadar soal pakaian yang kurang wangi. Lingkungan yang lembap juga dapat mendukung pertumbuhan jamur dan mikroorganisme tertentu. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menjelaskan bahwa bau khas apek dapat menjadi salah satu tanda adanya pertumbuhan jamur, sementara pengendalian kelembapan menjadi bagian penting untuk mencegahnya.

Baca juga: Tips atasi noda kuning di baju putih, mudah dan efektif di rumah

Baca juga: 8 cara mudah dan ampuh untuk hilangkan bulu kucing di baju

Lalu, bagaimana menjaga pakaian tetap segar selama musim hujan?

Langkah paling penting adalah segera menangani pakaian setelah dicuci.

Pakaian yang sudah selesai dicuci sebaiknya langsung dijemur atau dipindahkan ke mesin pengering. Jangan membiarkannya terlalu lama menumpuk di dalam mesin cuci karena kondisi lembap dan tertutup dapat membuat pakaian semakin sulit segar.

Prinsip yang sama berlaku untuk pakaian yang terkena hujan. Jika pakaian basah karena kehujanan, jangan langsung dimasukkan ke keranjang pakaian kotor dalam kondisi lembap. Sebaiknya segera dicuci atau setidaknya digantung sampai tidak lagi dalam keadaan basah.

EPA juga menyarankan pakaian dan handuk yang basah tidak dibiarkan berada di keranjang cucian atau mesin cuci.

Maksimalkan sirkulasi udara saat menjemur

Ketika matahari tidak muncul, bukan berarti pakaian tidak bisa kering. Yang tidak kalah penting adalah memastikan udara dapat bergerak di sekitar pakaian.

Hindari menggantung pakaian terlalu rapat. Berikan jarak antara satu pakaian dan pakaian lainnya agar udara bisa melewati permukaan kain.

Jika menjemur di dalam rumah, pilih ruangan yang memiliki ventilasi baik. Kipas angin juga dapat membantu mempercepat pergerakan udara di sekitar pakaian.

Namun, jangan hanya mengandalkan pewangi untuk mengatasi masalah. Jika pakaian masih lembap, pewangi hanya berpotensi menutupi aroma sementara, sementara sumber kelembapannya tetap ada.

Pengendalian kelembapan memang menjadi kunci untuk mencegah pertumbuhan jamur. EPA merekomendasikan menjaga kelembapan relatif dalam ruangan di bawah 60 persen jika memungkinkan.

Baca juga: Pakaian kena noda darah haid? Ini tips dan cara mengatasinya

Jangan menumpuk pakaian yang belum benar-benar kering

Ini kesalahan yang cukup sering terjadi, terutama ketika hujan turun berhari-hari.

Pakaian yang terasa sudah tidak basah di permukaan belum tentu benar-benar kering di seluruh bagian. Bagian yang lebih tebal seperti kerah, saku, lipatan celana, atau area jahitan bisa menyimpan kelembapan lebih lama.

Karena itu, sebelum pakaian dilipat dan dimasukkan ke lemari, periksa bagian-bagian tersebut.

Jika masih terasa dingin, lembap, atau memiliki aroma yang berbeda, sebaiknya lanjutkan proses pengeringan.

EPA menyebut material yang lembap sebaiknya dikeringkan secepat mungkin, idealnya dalam 24 hingga 48 jam, untuk membantu mencegah pertumbuhan jamur.

Gunakan mesin pengering jika ada

Bagi yang memiliki mesin pengering, alat ini bisa menjadi solusi ketika kondisi di luar terlalu lembap atau hujan turun sepanjang hari.

Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan petunjuk perawatan pada label pakaian. Tidak semua jenis kain cocok mendapatkan panas tinggi.

Jika menggunakan mesin pengering di dalam rumah, pastikan sistem pembuangan udaranya sesuai dengan petunjuk dan tidak membuat kelembapan justru terperangkap di dalam ruangan. EPA mencatat bahwa mesin pengering yang tidak memiliki ventilasi menuju luar dapat meningkatkan kelembapan ruangan dan berkontribusi terhadap masalah jamur.

Baca juga: Tips tampil stylish di hari Lebaran dengan memanfaatkan pakaian lama

Bersihkan mesin cuci secara rutin

Pakaian yang bau setelah dicuci tidak selalu berarti masalahnya berasal dari proses menjemur.

Mesin cuci yang lembap dan jarang dibersihkan juga dapat menjadi tempat berkembangnya kotoran dan mikroorganisme. Sisa deterjen, kotoran, serta air yang tertinggal di bagian tertentu dapat membuat mesin memiliki aroma kurang sedap yang kemudian ikut memengaruhi pakaian.

Karena itu, bersihkan mesin cuci secara berkala sesuai petunjuk dari produsen. Setelah mencuci, jika memungkinkan, biarkan bagian dalam mesin mendapatkan sirkulasi udara dan tidak selalu dalam kondisi tertutup rapat.

Jangan terlalu memenuhi lemari pakaian

Masalah kelembapan tidak berhenti setelah pakaian kering.

Lemari yang terlalu penuh membuat udara sulit bergerak di antara pakaian. Jika ada sedikit kelembapan yang tersisa, kondisi tersebut bisa membuat aroma apek lebih mudah bertahan.

Usahakan pakaian memiliki ruang yang cukup dan jangan memasukkan pakaian yang masih terasa lembap ke dalam lemari.

Sesekali, buka pintu lemari agar udara berganti, terutama jika ruangan memang cenderung lembap.

Jika pakaian atau bagian dalam lemari sudah terlanjur memiliki bau apek, cari sumber kelembapannya. Jangan hanya menambahkan pewangi karena bau tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah kelembapan atau bahkan pertumbuhan jamur.

Baca juga: Hindari menggantung 5 jenis pakaian ini di lemari Anda

Pilih waktu mencuci yang tepat

Saat musim hujan, mencuci pakaian dalam jumlah terlalu banyak sekaligus bisa menjadi bumerang.

Jika kapasitas tempat menjemur terbatas, pakaian akan menumpuk dan jaraknya menjadi terlalu rapat. Akibatnya, proses pengeringan semakin lama.

Lebih baik mencuci dalam jumlah yang sesuai dengan ruang pengeringan yang tersedia. Ketika cuaca terlihat cerah, manfaatkan kesempatan tersebut untuk mencuci pakaian yang membutuhkan waktu lebih lama untuk kering.

Kalau sudah bau apek, jangan langsung diberi pewangi

Pakaian yang sudah telanjur bau apek sebaiknya dicuci kembali, bukan sekadar disemprot pewangi.

Setelah dicuci, pastikan pakaian benar-benar kering sebelum dilipat dan disimpan. Jika bau terus muncul meski pakaian sudah dicuci dan dikeringkan dengan benar, periksa juga lemari, keranjang pakaian, mesin cuci, serta kondisi ruangan.

Sebab, jika sumber kelembapan masih ada, bau tersebut bisa kembali.

Pada pakaian yang sudah menunjukkan pertumbuhan jamur secara jelas, penanganannya perlu lebih serius. Jamur dapat tumbuh pada berbagai bahan organik, termasuk pakaian, terutama ketika kondisi lingkungan lembap.

Jadi, kunci pakaian bebas bau apek adalah menjaganya agar tetap kering.

Baca juga: Kiat padu padan pakaian berlapis di musim panas tanpa kesan gerah

Baca juga: Anti bau apek, ini tips cuci dan jemur pakaian saat musim hujan

Baca juga: Jenis pakaian dan benda yang tidak aman dicuci di mesin cuci

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.