Jakarta (ANTARA) - TNI Angkatan Laut mengerahkan lima kapal perang Republik Indonesia dan dua helikopter untuk mengantar logistik bantuan dan kebutuhan korban gempa di Nusa Tenggara Timur.
Pengerahan alat utama sistem senjata (alutsista) itu dilakukan sejak gempa terjadi pada 15 Agustus 2026 hingga saat ini.
"TNI AL telah memobilisasi lima unsur kapal Republik Indonesia, dua helikopter serta ratusan prajurit guna mempercepat evakuasi dan pendistribusian logistik," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Tunggul menjelaskan lima KRI itu bergerak ke lokasi gempa secara bertahap. Untuk KRI dr. Soeharso-990 bergerak menuju Reo Manggarai dengan membawa 217 personel Korps Marinir, tim Puskesal, buldoser, ekskavator, truk pengangkut, truk tanki air, tenda rumah sakit lapangan, serta puluhan ton bantuan pangan dan sandang.
"KRI Hiu-634 menuju Pulau Riung untuk menyalurkan bantuan hasil sinergi dengan Bank Indonesia, Moro Saka AAL 42 dan Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia," jelas Tunggul.
Selain itu, ada KRI Bung Hatta-370 yang disiagakan di Dermaga Reo Manggarai untuk membantu pendistribusian logistik di kawasan NTT.
Kemudian KRI Teluk Parigi-539 dan KRI Teluk Celukan Bawang-532 yang berlayar dari Surabaya menuju Jakarta untuk mengangkut belasan truk BNPB serta 22 ton bahan logistik.
Truk dan logistik itu selanjutnya di bawa ke NTT menggunakan pesawat angkut TNI Angkatan Udara.
"TNI AL juga telah mengerahkan helikopter Bell 412 HU-4206 serta HU-4205 untuk mendistribusikan 400 kilogram bahan pangan pokok pada rute Labuan Bajo – Ende – Reo – Labuan Bajo," jelasnya.
Tunggul menambahkan hingga saat ini prajurit dan alutsista TNI AL masih beroperasi di sekitar wilayah gempa untuk mendukung pemulihan wilayah.
Ia mengatakan alutsista dan ratusan personel TNI AL itu akan terus bertugas di lokasi gempa hingga situasi kondusif.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: TNI AL kerahkan lima KRI dan dua helikopter antar logistik ke NTT
Pewarta: Walda Marison
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.