Tokyo Satu-satunya Wakil Asia 10 Kota Terbaik Dunia 2026, New York Juara

Jakarta -

New York menempati peringkat pertama dalam daftar sepuluh kota terbaik dunia 2026. Tokyo menjadi satu-satunya wakil Asia.

Kota terbaik di dunia tidak hanya dinilai dari gedung pencakar langit atau kekuatan ekonominya. Faktor seperti kualitas hidup, lingkungan, keberagaman penduduk hingga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi turut menentukan daya tarik sebuah kota.

Pemeringkatan itu disusun oleh Global Cities Index 2026 yang dirilis Oxford Economics. Indeks tersebut menilai 1.000 kota di dunia berdasarkan lima aspek yakni tata kelola, ekonomi, sumber daya manusia, lingkungan, dan kualitas hidup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari BBC, Jumat (2/10/2026) New York, London, dan Paris menempati tiga posisi teratas tahun ini. Dalam laporan Oxford Economics, kota-kota dengan peringkat tinggi umumnya mampu menarik penduduk dari berbagai negara.

Keberagaman keterampilan, pendidikan, dan latar belakang penduduk kemudian ikut membentuk kehidupan kota, termasuk kawasan permukiman, kuliner, serta budaya yang menjadi daya tarik wisatawan.

Boston yang berada di posisi ketujuh, misalnya, mendapat skor tinggi dalam kategori sumber daya manusia karena memiliki banyak universitas dan perguruan tinggi ternama.

Dublin di posisi keenam juga ditopang tenaga kerja terampil serta institusi seperti Trinity College Dublin. Kehadiran perusahaan global seperti Google, Meta, Microsoft, dan Accenture turut mendorong perkembangan kawasan bekas dermaga di sekitar Sungai Liffey.

London bahkan menjadi kota dengan skor tertinggi untuk kategori sumber daya manusia. Hampir 40% penduduknya merupakan warga kelahiran luar Inggris, keberagaman tersebut ikut mengubah wajah kuliner kota yang kini bisa dinikmati wisatawan di berbagai kawasan, mulai dari Brick Lane hingga Borough Market.

Selain sumber daya manusia, investasi di bidang budaya juga menjadi faktor penting. Paris yang berada di peringkat ketiga mencatat skor tinggi dalam kategori kualitas hidup. Kota itu memiliki sekitar 130 museum, termasuk 11 museum milik pemerintah kota yang menyediakan akses gratis ke koleksi permanennya sejak 2001.

Kota Seattle yang berada di posisi keempat juga memiliki kualitas hidup yang tinggi. Kota tersebut dikenal dengan kehidupan seni dan sejarah musik grunge yang melahirkan band seperti Nirvana dan Pearl Jam. Seattle juga baru menyelesaikan pembangunan Waterfront Park seluas 20 hektare, yang menggantikan jalan raya dengan ruang publik, jalur sepeda, dan pemandangan ke Puget Sound.

Lingkungan dan transportasi juga menjadi perhatian. London dinilai mampu menjaga performa lingkungan meski merupakan kota besar. Kebijakan seperti congestion charge dan Ultra-Low Emission Zone disebut membantu mengurangi lalu lintas serta polusi.

San Francisco juga mendapat nilai kuat karena jaringan transportasinya membuat warga dan wisatawan tidak terlalu bergantung pada kendaraan pribadi.

Sejumlah kota lainnya menonjol karena kemampuan mengikuti perkembangan teknologi. San Jose berada di posisi kedelapan dan mencatat PDB per kapita tertinggi dalam indeks, dengan perusahaan seperti Alphabet (Google), Apple, dan Nvidia beroperasi di kawasan Silicon Valley. Di San Francisco, kendaraan tanpa pengemudi bahkan mulai menjadi bagian dari transportasi sehari-hari.

Sementara itu, Tallinn, ibu kota Estonia, masuk dalam daftar Cities to Watch berkat perkembangan sektor teknologi dan tingginya adopsi AI. Proyek Rail Baltica juga tengah dikembangkan untuk menghubungkan negara-negara Baltik pada 2030 dengan sistem perkeretaapian berbasis digital dan energi terbarukan.

10 kota terbaik Global Cities Index 2026 versi Oxford Economics:

1. New York, Amerika Serikat
2. London, Inggris
3. Paris, Prancis
4. Seattle, AS
5. San Francisco, AS
6. Dublin, Irlandia
7. Boston, AS
8. San Jose, AS
9. Tokyo, Jepang
10. Zurich, Swiss

(upd/fem)