Transisi energi Timur Tengah buka peluang kerja sama dengan China

Dubai (ANTARA) - Negara-negara Timur Tengah sedang mempercepat investasi di bidang infrastruktur ketenagalistrikan dan energi yang lebih bersih, sehingga menciptakan berbagai peluang baru bagi kerja sama dengan perusahaan-perusahaan China

Kerja sama itu berfokus di sektor jaringan listrik, energi terbarukan, penyimpanan energi, dan pengisian daya kendaraan listrik (electric vehicle/EV), demikian disampaikan para peserta pameran dalam ajang Middle East Energy 2026 di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Acara yang berlangsung selama tiga hari dan berakhir pada Kamis (3/9) itu mempertemukan lebih dari 1.900 perusahaan energi dari 150 lebih negara dan wilayah, serta dihadiri oleh sekitar 35.000 pengunjung, menurut pihak penyelenggara.

Pameran tersebut menyoroti transisi energi yang terus berkembang di Timur Tengah. Modernisasi jaringan listrik, penyimpanan energi, digitalisasi, serta meningkatnya permintaan listrik akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan pusat data (data center) menjadi sejumlah tema utamanya.

Para peserta pameran dari Tiongkok memamerkan berbagai produk, mulai dari transformator, switchgear, serta sistem transmisi daya hingga solusi tenaga surya, penyimpanan energi, serta pengisian daya EV. Mereka berupaya memanfaatkan meningkatnya permintaan akan infrastruktur ketenagalistrikan modern di kawasan tersebut.

Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Mohamed Al Mazrouei mengatakan dalam sambutannya di acara pembukaan bahwa UEA sedang membangun bauran energi yang lebih terdiversifikasi, sekaligus memperkuat keamanan energi serta mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Pemerintah, industri, investor, perusahaan teknologi, kalangan akademisi, dan lembaga keuangan perlu bekerja sama untuk meningkatkan efisiensi energi, mendorong inovasi, serta memangkas biaya, tuturnya, seraya menambahkan bahwa interkoneksi ketenagalistrikan regional yang lebih kuat akan membantu membangun sistem energi yang lebih efisien dan tangguh.

Bagi produsen peralatan ketenagalistrikan Tiongkok, pergeseran ini menciptakan berbagai peluang yang melampaui proyek pembangkit listrik konvensional, yang kini meluas ke sektor jaringan listrik, penyimpanan energi, dan elektrifikasi di sisi pengguna akhir.

"Konstruksi infrastruktur energi terbarukan dan ketenagalistrikan di Timur Tengah sedang mengalami percepatan, dan permintaan pasar masih terus tumbuh," kata Xia Guangfu, perwakilan dari China Electrical Equipment Group Co., Ltd. Dalam pameran tersebut, perusahaan itu memamerkan transformator, menara transmisi listrik, switchgear, dan sistem penyimpanan energi

UEA, Arab Saudi, dan Oman telah memperluas proyek-proyek tenaga surya dan bayu dalam beberapa tahun terakhir, sehingga mendongkrak permintaan akan peralatan transmisi dan distribusi, imbuh Xia.

Transisi energi di kawasan tersebut juga menghasilkan permintaan akan infrastruktur yang berkaitan dengan EV dan sistem energi terdistribusi.

"Meskipun Timur Tengah kaya akan sumber daya minyak dan gas, meningkatnya jumlah EV mendorong permintaan akan infrastruktur pengisian daya," ujar Shi Yu, manajer pemasaran dan manajemen proyek divisi bisnis luar negeri di Shanghai Electric Group Power Transmission & Distribution Equipment Co., Ltd.

Shi mengatakan solusi tenaga surya, penyimpanan energi, dan pengisian daya dari perusahaannya juga menarik minat para pengunjung, terutama dari UEA dan Arab Saudi. Di kedua negara tersebut, sejumlah properti hunian dengan konsumsi listrik tinggi harus membayar biaya listrik yang relatif mahal.

Dia menilai bahwa perkembangan perkotaan yang terus berlangsung dan transisi energi di kawasan tersebut berpotensi semakin mendorong kebutuhan akan peningkatan infrastruktur ketenagalistrikan.

Bagi beberapa produsen Tiongkok, peluang tersebut sudah mulai terwujud dalam bentuk kontrak-kontrak baru.

Hunan Guochuang Electric Power Co., Ltd. berhasil menandatangani kontrak senilai lebih dari 210 juta yuan (1 yuan = Rp2.631) melalui kunjungan pelanggan sebelum dan saat pameran berlangsung, kata Fan Liming, manajer umum perusahaan tersebut.

Guochuang telah berpartisipasi dalam pameran Middle East Energy sebanyak empat kali, sebut Fan, seraya menambahkan bahwa pasar ketenagalistrikan di kawasan itu terus berkembang, sementara negara-negara seperti UEA dan Arab Saudi lebih menekankan pada manufaktur pintar dan produksi digital.

Menurutnya, tren tersebut juga meningkatkan tuntutan terhadap tingkat teknologi dan kualitas peralatan ketenagalistrikan.

Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.