Seorang wanita Iran berjalan di samping papan reklame raksasa anti-AS yang menampilkan Presiden AS Donald Trump di dalam peti mati di Alun-alun Enghelab di Teheran, Iran, pada 15 Juli 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim saat ini negaranya sedang menjalin pembicaraan dengan Iran dan membahas konflik yang melibatkan keduanya. Namun di sisi lain Teheran menyatakan sedang tak terlibat negosiasi apapun dengan Washington.
Saat berbicara kepada media di Air Force One dalam perjalanannya ke Michigan pada Senin (27/7/2026), Trump mengatakan AS dan Iran melakukan pembicaraan yang baik. Trump menambahkan, dia memiliki banyak waktu untuk berurusan dengan Iran.
“Saya memiliki banyak kesabaran. Kita akan melihat apa yang terjadi. Saya pikir ada kemungkinan besar bahwa sesuatu bisa terjadi,” kata Trump, dikutip laman Al Arabiya.
Dia kemudian menyampaikan akan menghubungi dan berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Trump hendak menanyakan soal apakah Rusia menyediakan citra satelit bagi Iran. “Saya akan bertanya kepada Putin tentang hal itu. Kita akan mencari tahu,” ujarnya.
Sementara itu Pemerintah Iran menyatakan bahwa mereka sedang tak terlibat negosiasi apapun dengan AS. Kendati demikian, Iran menyebut, mereka masih menerima informasi yang disampaikan mediator.
“Mediator dapat menyampaikan pesan dari pihak Amerika kepada kami mengenai perkembangan terkini di wilayah tersebut. Namun saat ini, kami tidak terlibat dalam negosiasi apa pun dengan Amerika Serikat,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei dalam konferensi pers mingguan pada Senin.
Dia pun membantah kabar yang menyebut bahwa Iran meminta negosiasi dengan AS. "Klaim bahwa Iran telah meminta negosiasi adalah fabrikasi bahwa pihak lain beredar dari waktu ke waktu," ujarnya.
Baghaei mengkritik AS dengan mengatakan bahwa perilakunya dalam beberapa tahun terakhir telah menyerupai geng mafia yang tidak mematuhi aturan atau hukum. "Selama perilaku seperti itu oleh Amerika Serikat berlanjut, kami tidak bisa berharap tentang munculnya proses yang masuk akal," ucapnya.
Pada kesempatan itu, Baghaei menekankan kembali bahwa AS tidak ada hubungannya dengan pembicaraan baru-baru ini antara Iran dan Oman mengenai pengaturan Selat Hormuz. "Pembicaraan ini tidak ada hubungannya dengan Amerika Serikat. Mereka adalah masalah bilateral antara Iran dan Oman, dan mereka terus berlanjut,” ujar Baghaei seraya menambahkan bahwa selat tersebut masih tetap tertutup.