TSI dorong pesan konservasi satwa lewat lomba fotografi IAPVC - ANTARA News Jawa Timur

Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - Taman Safari Indonesia (TSI) mendorong penguatan pesan konservasi satwa melalui penyelenggaraan lomba fotografi bertajuk International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) ke-35 yang digelar secara berkelanjutan setiap tahun.

Presiden Direktur TSI, Aswin Sumampau, menyatakan, kompetisi tersebut menjadi sarana edukasi kepada masyarakat untuk mengenal sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap satwa endemik Indonesia yang menghadapi berbagai tantangan kelestarian.

"Target kami adalah bagaimana pesan konservasi dapat semakin luas diterima dan dipahami oleh masyarakat, melalui medium visual maupun audiovisual dalam lomba ini" kata Aswin dalam Roadshow to IAPVC 2026 di The Grand TSI Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu.

Aswin menyatakan, pada penyelenggaraan tahun lalu, IAPVC diikuti sekitar 9.000 peserta dengan lebih dari 18-19 ribu karya foto dan video yang terkumpul.

Ia menyebut, TSI berkomitmen menegakkan konservasi satwa sebagai salah satu pilar utama lembaga, dengan sejumlah program yang mencakup perlindungan satwa endemik seperti badak, anoa, komodo, gajah sumatra, serta berbagai jenis burung.

Sementara itu salah satu pendiri TSI, Jansen Manansang menjelaskan, upaya konservasi juga dilakukan melalui tiga fungsi utama, yakni perlindungan dan penyelamatan, pelestarian, serta pemanfaatan untuk pendidikan, penelitian, dan peningkatan pengetahuan masyarakat.

"Kami ingin masyarakat mengetahui kekayaan satwa Indonesia, mencintai, menyayangi, menjaga, melindungi, dan ikut mengembangkan konservasi untuk keberlanjutan, melalui lomba yang karyanya dapat menjadi media pendidikan dan pengetahuan masyarakat Indonesia," katanya.

Di sisi lain, Jansen Manansang mewakili seluruh manajemen Taman Safari Indonesia menyatakan turut prihatin atas kejadian yang menimpa lima pewarta dan tiga awak kapal yang hingga kini masih belum ditemukan ketika hendak meliput letusan Gunung Anak Krakatau menggunakan kapal di Selat Sunda. Ia berharap seluruh jurnalis dan juga awak kapal dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.