UEA Hentikan Semua Penerbangan dari dan Menuju Iran

Abu Dhabi -

Uni Emirat Arab menanggapi serius ancaman Amerika Serikat terhadap penerbangan Iran. Kini semua penerbangan dari dan ke Iran disetop.

Penghentian penerbangan Iran dari dan ke bandara-bandara UEA dilakukan pada Kamis (24/9). Penghentian layanan ini dilakukan sementara waktu sampai pemberitahuan lebih lanjut, seperti dikutip dari Financial Times pada Jumat (25/9/2026).

Seorang warga Iran di Dubai mengatakan penerbangan menuju Teheran Iran Airtour di hari Kamis tiba-tiba dibatalkan. Ia bergegas terbang ke Istanbul dan dari sana ke Teheran, berharap penerbangan antara Iran dan Turki tidak akan dibatalkan juga dalam beberapa hari mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, bandara Oman, Azerbaijan, dan Baghdad telah lebih dulu melakukan pembatalan penerbangan pada hari Rabu. Hal ini disebabkan oleh serangan Amerika Serikat terhadap sebuah penerbangan dari Iran ke Tajikistan.

Pesawat Boeing 737 itu dioperasikan oleh Varesh Airlines dari Teheran menuju Dushanbe di Tajikistan. Baru setengah jam terbang, pesawat itu berbalik arah sebelum memasuki wilayah udara Turkmenistan. Menurut Flightradar24, pesawat itu kembali ke Bandara Internasional Imam Khomeini Teheran.

Layanan yang sama telah beroperasi sesuai rencana dua hari sebelumnya, menurut layanan pelacak penerbangan.

Majid Akhavan, juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, mengatakan bahwa Turkmenistan baru memberitahu tentang larangan melintas di wilayah udaranya setelah pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini.

"Tidak ada pengumuman yang dibuat sebelum lepas landas," tambahnya.

Mahan Air, salah satu maskapai penerbangan terbesar Iran, minggu ini telah menangguhkan penerbangan ke dan dari Istanbul, Ankara, dan Muscat, sementara Georgia menangguhkan penerbangan komersial ke Tbilisi.

Maskapai Caspian, Mahan, dan Sepehran semuanya tidak menjalankan penerbangan terjadwal mereka dari Teheran ke Baghdad minggu ini, meskipun penerbangan Sepehran dalam beberapa hari mendatang tetap terjadwal, menurut Flightradar24.

Data dari Flightradar24 menunjukkan bahwa penerbangan antara Teheran dan Dubai yang dijadwalkan pada hari Kamis dibatalkan atau tidak lepas landas. Dua di antaranya adalah penerbangan yang dioperasikan oleh Iran Airtour dan satu oleh Varesh Airlines.

Namun, pada hari Kamis, layanan ke Istanbul yang dioperasikan oleh Iran Air, Iran Airtour, dan ATA masih beroperasi sesuai rencana. Para pejabat bandara mengatakan mereka belum menerima instruksi resmi dari pihak berwenang untuk menghentikan penerbangan.

Seorang agen perjalanan di Teheran, yang meminta namanya dirahasiakan, mengatakan penumpangnya ke China dan Turki tidak mengalami gangguan pada hari Kamis, meskipun penerbangan ke Dubai hilang dari jadwal.

Pada Senin (21/9/2026), Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan 27 maskapai penerbangan Iran akan ditutup serentak mulai Rabu. Maskapai penerbangan domestik menjadi satu-satunya penghubung udara Iran dengan dunia luar sejak maskapai penerbangan asing berhenti terbang ke negara itu ketika AS dan Israel mulai menyerang pada bulan Februari.

Pejabat keamanan tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan pada hari Rabu bahwa negara mana pun yang mencegah penerbangan Iran menggunakan wilayah udara atau bandara mereka dapat menghadapi pembalasan.

"Jika mereka tidak mengizinkan pesawat kami terbang, bandara mereka juga tidak dapat memiliki penerbangan," katanya.

(bnl/wsw)