Jakarta (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) mengirimkan Tim Marsiadapari Tandihat 2026 ke kawasan Hunian Sementara (Huntara) Desa Tandihat, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara untuk memperkuat pemulihan psikososial anak-anak sekaligus mendukung masyarakat terdampak bencana.
Direktur Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI, Dr LG Saraswati Putri mengatakan di Jakarta, Kamis, kehadiran UI melalui Marsiadapari Tandihat merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk hadir bersama masyarakat dalam menghadapi situasi pascabencana.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kembali lingkungan fisik, tetapi juga dengan memulihkan rasa aman, kepercayaan diri, semangat belajar, dan hubungan sosial masyarakat, terutama anak-anak,” kata Saraswati.
Koordinator Tim Mahasiswa UI, Aqila Bunga Nurhanin yang juga merupakan Ketua BEM Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UI menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan juga diperluas kepada masyarakat di kawasan huntara.
“Kegiatan Marsiadapari Tandihat terdiri atas beberapa rangkaian. Untuk anak-anak di SD Darurat Desa Tandihat, tim akan melakukan pendampingan melalui media kreatif, storytelling, dan permainan sebagai bagian dari proses pemulihan psikososial. Sementara itu, bagi warga, kami akan melaksanakan penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, serta bakti sosial sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat di huntara,” katanya.
Tim Marsiadapari Tandihat 2026 dipimpin oleh Dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI Hendra Kaprisma yang melibatkan 14 mahasiswa FIK UI, dua alumni UI (FIB dan FIK), serta 10 mahasiswa Universitas Aufa Royhan (UNAR).
Tim lintas perguruan tinggi ini hadir di Huntara Tandihat dengan pendekatan kolaboratif melalui kegiatan literasi pendidikan, pendampingan psikososial, layanan kesehatan, dan bakti sosial bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Tim tersebut juga diperkuat oleh dosen-dosen FIK UI yaitu, Ns La Ode Abdul Rahman, Ns Indah Permata Sari, dan Ns Astuti.
Kehadiran tim di Tandihat pada Rabu (23/9) menandai dimulainya rangkaian kegiatan lapangan yang dirancang untuk membangun kembali rasa aman, semangat belajar, kemampuan berekspresi, serta ketahanan psikososial anak-anak pascabencana.
Rektor UNAR Assoc Prof Anto menilai, kolaborasi kedua perguruan tinggi tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun ekosistem pengabdian masyarakat yang tidak hanya berbasis keilmuan, tetapi juga mengedepankan solidaritas antarkampus dan kepedulian terhadap masyarakat.
Melalui kolaborasi antara UI, Iluni UI, UNAR, pemerintah daerah, masyarakat, para mitra sponsor, serta berbagai unsur pendukung lainnya, Marsiadapari Tandihat dapat menjadi ruang bersama untuk saling belajar, saling menguatkan, dan membangun kembali ketangguhan masyarakat. Pengetahuan akademik harus dapat hadir secara manusiawi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program ini secara khusus memberikan perhatian kepada anak-anak yang berada dalam situasi pascabencana. Pengalaman bencana dapat memengaruhi rasa aman, proses belajar, interaksi sosial, serta kemampuan anak dalam mengenali dan mengekspresikan emosinya.
Karena itu, pendampingan dilakukan melalui pendekatan yang suportif, edukatif, kreatif, interaktif, dan berpusat pada anak. Kegiatan tidak hanya diarahkan pada pemulihan psikososial, tetapi juga pada penciptaan lingkungan yang mendukung anak untuk kembali belajar, bermain, berkomunikasi, dan membangun harapan.
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.