UMKM binaan Disperindag rasakan berkah Palangka Raya Fair 2026

UMKM binaan Disperindag rasakan berkah Palangka Raya Fair 2026

Sabtu, 18 Juli 2026 22:54 WIB

Image Print

Salah seorang pelaku UMKM kuliner Takoyaki Pasundan, Agus bersama sang istri, Astika saat berada di Palangka Raya Fair 2026 kawasan GOR Indor Serbaguna, Jalan Tjilik Riwum KM 5. ANTARA/Ronny NT/ Gilang/ Rafli.

Palangka Raya (ANTARA) - Palangka Raya Fair 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan dan promosi pembangunan daerah, tetapi juga membawa dampak positif terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah pelaku usaha mengaku mampu meraih omzet hingga jutaan rupiah per hari selama mengikuti kegiatan tersebut.

Salah seorang pelaku UMKM kuliner Takoyaki Pasundan, Agus, mengatakan keikutsertaan nya dalam Palangka Raya Fair 2026 memberikan peningkatan penjualan yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa. Selama pameran berlangsung, omzet kotor yang diperoleh bahkan menembus lebih dari Rp1 juta per hari.

Bersama sang istri, Astika, Agus telah mengembangkan usaha kuliner selama hampir empat tahun dengan menawarkan berbagai jajanan kekinian, seperti maklor, cilor Pasundan, cimin, dan takoyaki. Tingginya antusiasme pengunjung membuat mereka mampu menghabiskan sekitar enam kilogram adonan setiap malam untuk memenuhi permintaan konsumen.

Pria tiga orang anak itu menuturkan, strategi menyesuaikan produk dengan karakter pengunjung menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga penjualan. Ketika kegiatan didominasi kaum ibu, misalnya, ia memilih menjual roti pisang maupun dimsum kukus yang dinilai lebih sesuai dengan minat konsumen.

Sebagai UMKM binaan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Palangka Raya, Agus mengaku pernah memperoleh fasilitas stan pameran secara gratis. Selain itu, kata dia pameran menjadi media yang efektif untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas promosi produk.

Baca juga: Pemerintah tingkatkan daya saing UMKM lewat Palangka Raya Fair

Pelaku UMKM lainnya, Ainun, juga merasakan manfaat serupa. Penjual es cenil dan es pisang ijo itu mengaku mampu membukukan omzet antara Rp1 juta hingga Rp2 juta per hari selama mengikuti Palangka Raya Fair 2026, bergantung pada jumlah pengunjung yang datang.

"Es pisang ijo paling banyak diminati mas. Hari pertama pengunjung memang lebih ramai dibandingkan hari kedua hingga sore ini, tetapi biasanya malam hari kembali ramai," kata perempuan murah senyum itu.

Salah seorang pelaku UMKM kuliner es cenil dan es pisang ijo , Ainun saat berada di Palangka Raya Fair 2026 kawasan GOR Indor Serbaguna, Jalan Tjilik Riwum KM 5. ANTARA/Ronny NT/ Gilang/ Rafli.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Disperindag yang memberikan fasilitas stan bagi UMKM binaan. Dukungan tersebut dinilai mampu membantu pelaku usaha menekan biaya operasional sehingga hasil penjualan selama pameran dapat lebih optimal.

Keberhasilan sejumlah pelaku UMKM membukukan omzet jutaan rupiah setiap hari, hal ini menunjukkan Palangka Raya Fair 2026 tidak hanya berperan sebagai agenda promosi dan hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah melalui peningkatan transaksi, perluasan jaringan pelanggan, serta penguatan promosi produk-produk UMKM lokal.

Baca juga: Ketua DPRD dorong Palangka Raya Fair tarik investasi dan perkuat UMKM

Pewarta : Ronny NT/ Gilang/ Rafli
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.