UMPR-Special Envoy Seychelles perkuat kolaborasi pariwisata, ekonomi biru

UMPR-Special Envoy Seychelles perkuat kolaborasi pariwisata, ekonomi biru

Selasa, 18 Agustus 2026 16:22 WIB

Image Print

UMPR-Special Envoy Seychelles perkuat kolaborasi pariwisata, ekonomi biru Seychelles Embassy in Jakarta, Selasa (18/8/2026). (ANTARA/UMPR.)

Palangka Raya (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) terus memperluas jejaring kerja sama internasional dengan menjajaki kolaborasi strategis bersama Republik Seychelles yang ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) bersama Special Envoy of Seychelles for ASEAN, Selasa (18/8), di Seychelles Embassy in Jakarta.

"Kerja sama ini mencakup pengembangan kerja sama pariwisata, pengembangan ekonomi biru dan tri dharma perguruan tinggi," kata Ketua Senat UMPR, Dr Muhammad Riban Satia SSos MSi saat dikonfirmasi dari Palangka Raya.

Dia mengatakan, momen tersebut menjadi penting bagi UMPR untuk memperkuat posisi dan jejaringnya di tingkat internasional. Seychelles memiliki potensi besar, terutama dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi biru, yang sangat relevan dengan karakter Indonesia sebagai negara kepulauan.

"Karena itu, kami berharap kerja sama ini dapat membuka lebih banyak ruang bagi pertukaran pengetahuan, penelitian, mobilitas akademik, dan pengembangan program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar

Penandatanganan LoI tersebut menjadi langkah awal bagi UMPR dan Special Envoy of Seychelles for ASEAN dalam membangun kerja sama yang lebih luas, khususnya pada sektor pariwisata berkelanjutan, ekonomi biru, penelitian dan inovasi, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan hubungan Indonesia–Seychelles.

Penandatanganan tersebut dilakukan Rektor UMPR Assoc Prof Dr Muhamad Yusuf SSos MAP dan utusan dipimpin Ketua Senat UMPR oleh Dr Muhammad Riban Satia, didampingi Sekretaris Senat UMPR, Ahyar Junaedi SE MM, Direktur Direktorat Kerja Sama Perguruan Tinggi (DKPT) UMPR, Rakhdinda Dwi Artha Qairi SPd MAP. Sementara itu, pihak Seychelles diwakili oleh Mr. Nico Barito selaku Special Envoy of Seychelles for ASEAN.

Melalui LoI ini, kedua pihak menyatakan minat untuk mengembangkan berbagai bentuk kerja sama, mulai dari joint research, joint publication, pertukaran dosen dan mahasiswa, student mobility, international internship, KKN internasional, seminar dan konferensi internasional, hingga pengembangan program pariwisata dan ekonomi biru berbasis masyarakat.

Kerja sama juga diarahkan pada pengembangan Indonesia–Seychelles Tourism and Blue Economy Forum, program penelitian ekonomi biru, sustainable tourism program, academic mobility, hingga pengembangan Blue Economy Innovation Hub yang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Special Envoy of Seychelles for ASEAN, Mr. Nico Barito, menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan dan kolaborasi dengan UMPR. Ia juga menyampaikan rencana kunjungannya ke Universitas Muhammadiyah Palangka Raya pada September mendatang untuk memberikan kuliah umum kepada seluruh civitas akademika UMPR.

Dalam kesempatan tersebut, Nico Barito turut mengapresiasi berbagai program yang dikembangkan UMPR dan menilai terdapat peluang besar untuk memperluas kolaborasi antara kedua pihak.

“Program-program UMPR sangat bagus. Kami berkomitmen untuk terus memaksimalkan kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya,” ungkapnya.

UMPR-Special Envoy Seychelles perkuat kolaborasi pariwisata, ekonomi biru Seychelles Embassy in Jakarta, Selasa (18/8/2026). (ANTARA/UMPR.)

Sementara itu, Direktur Direktorat Kerja Sama Perguruan Tinggi (DKPT) UMPR, Rakhdinda Dwi Artha Qairi SPd MAP, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi semangat tersendiri bagi civitas akademika UMPR untuk semakin aktif membangun jejaring internasional.

“Kolaborasi ini menjadi semangat tersendiri bagi civitas akademika UMPR. Dengan segudang pengalaman Pak Dubes, tentu UMPR akan sangat terbantu, baik dari sisi jaringan maupun pengembangan program,” ujarnya.

Menurutnya, Seychelles memiliki sejumlah potensi dan pengalaman yang relevan untuk menjadi pembelajaran bagi UMPR, khususnya dalam pengembangan sektor pariwisata dan kelautan.

“Kita mengetahui bahwa Republik Seychelles merupakan salah satu negara kepulauan di Afrika dengan pendapatan per kapita dan indeks pembangunan manusia yang relatif tinggi. Dengan strategi pariwisata yang mumpuni, sektor perikanan, hingga sektor jasa dan perbankan, UMPR melihat ini sebagai insight yang sangat positif untuk dikembangkan dalam konteks kerja sama,” tambahnya.

Lebih lanjut, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diwujudkan melalui program-program konkret yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, peneliti, masyarakat, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Sebagai bagian dari rangkaian pertemuan, pembicaraan antara UMPR dan Special Envoy of Seychelles for ASEAN kemudian dilanjutkan dalam suasana yang lebih hangat melalui breakfast bersama. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat komunikasi dan membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan.

Dengan ditandatanganinya Letter of Intent ini, UMPR semakin memantapkan langkah dalam membangun kemitraan internasional. Rencana kedatangan Special Envoy of Seychelles for ASEAN ke UMPR pada September mendatang juga dipersiapkan sebagai momentum lanjutan untuk menerjemahkan komitmen kerja sama ke dalam berbagai program akademik dan kelembagaan yang konkret.

UMPR berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi global, memperkuat jejaring internasional, serta menghadirkan kerja sama yang berdampak bagi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sekaligus pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi biru.

Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.