Unand kembangkan inovasi pangan berbasis komoditas lokal

Kota Padang (ANTARA) - Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat (Sumbar) mengembangkan inovasi pangan berbasis sumber daya hayati atau komoditas lokal yang berpotensi mendukung sektor kesehatan masyarakat.

"Melalui kolaborasi riset internasional, kami mengembangkan inovasi pangan yakni pasta fungsional berbahan baku komoditas lokal," kata Ketua Tim Peneliti Fakultas Teknologi Pertanian Unand Fauzan Azima di Padang, Rabu.

Ia mengatakan pengembangan pangan fungsional menjadi salah satu strategi guna meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, sekaligus menghadirkan inovasi yang mampu memberikan manfaat bagi kesehatan.

Melalui penelitian yang merupakan bagian dari international research network tersebut, Unand ingin menunjukkan bahwa bahan pangan lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pangan fungsional yang bernilai ilmiah, ekonomis, serta memberikan manfaat di bidang kesehatan.

Ia menjelaskan pasta fungsional dikembangkan menggunakan tepung labu kuning, tepung kedelai dan pure kolang-kaling yang diperkaya dengan ekstrak cassiavera dan bawang dayak.

Menurut dia, setiap bahan dipilih berdasarkan kandungan senyawa bioaktifnya. Misalnya, labu kuning yang kaya beta-karoten dan serat pangan, tepung kedelai sebagai sumber protein nabati dan isoflavon serta kolang-kaling yang mengandung galaktomanan dan berpotensi mendukung kesehatan metabolik.

"Salah satu keunggulan penelitian ini adalah pemanfaatan cassiavera sebagai komoditas unggulan Sumbar," ujar dia.

Indonesia memasok lebih dari 85 persen kebutuhan cassiavera dunia di mana sekitar 80 persen ekspor nasional berasal dari Provinsi Sumbar.

"Selama ini cassiavera lebih banyak dipasarkan sebagai bahan mentah. Melalui penelitian ini, kami berupaya meningkatkan nilai tambahnya menjadi produk pangan fungsional yang memiliki potensi mendukung kesehatan, khususnya kesehatan kardiovaskular," kata dia.

Ia menambahkan cassiavera dikombinasikan dengan bawang dayak karena keduanya mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol, flavonoid dan senyawa fenolik yang berpotensi membantu menjaga tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung koroner.

"Sebagai bagian dari tahapan penelitian, tim juga telah melakukan pengujian in vivo (pra-klinis) menggunakan hewan coba untuk mengevaluasi potensi produk terhadap hipertensi," ujarnya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: UNAND kembangkan inovasi pangan berbasis komoditas lokal