Gorontalo (ANTARA) - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memberi pembekalan kepada 43 dosen, dalam rangka menghadapi sertifikasi sebagai komitmen universitas untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melalui penguatan profesionalisme dosen.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNG Prof Abdul Hafidz Olii di Kota Gorontalo, Kamis, mengatakan komitmen tersebut diwujudkan dengan menyelenggarakan bimbingan teknis penyusunan portofolio bagi Dosen Yang Disertifikasi (DYS) Tahun 2026, yang digelar Biro Keuangan, Kerja Sama, dan Umum bekerja sama dengan Bidang Akademik.
Ia mengatakan 43 dosen ini merupakan peserta Sertifikasi Dosen (Serdos) Gelombang I Tahun 2026 yang telah dinyatakan lolos seleksi awal.
Melalui bimbingan teknis tersebut, dosen dibekali pemahaman menyeluruh mengenai penyusunan portofolio agar mampu menghadapi proses sertifikasi secara optimal.
Menurutnya, sertifikasi dosen bukan sekadar proses administratif tahunan, melainkan bentuk pengakuan negara terhadap profesionalisme dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
"Sertifikasi dosen merupakan bentuk pengakuan negara terhadap profesi dosen," katanya.
Oleh karena itu, seluruh tahapan harus dipersiapkan dengan baik sehingga setiap dosen mampu menunjukkan kompetensi, integritas, dan rekam jejak akademiknya secara objektif melalui portofolio yang disusun.
Dari sekitar 60 dosen yang mengikuti tahapan seleksi awal, sebanyak 43 dosen berhasil memenuhi persyaratan.
Ia berharap seluruh dosen dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai bekal penting, dalam menyusun portofolio yang berkualitas dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebagai asesor Sertifikasi Dosen, Hafidz juga berbagi pengalaman mengenai proses penilaian portofolio.
Ia menjelaskan bahwa asesor tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen, tetapi juga melakukan verifikasi terhadap berbagai bukti pendukung yang menggambarkan kinerja akademik dosen.
Aspek yang dinilai meliputi pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, sampai kualitas video pembelajaran yang diunggah oleh peserta sebagai bagian dari instrumen penilaian.
Ia mengingatkan seluruh peserta untuk menyusun portofolio secara jujur, objektif, dan sesuai kondisi nyata.
"Jangan pernah melebih-lebihkan capaian yang dimiliki. Kejujuran dalam mendeskripsikan pengalaman akademik justru menjadi salah satu indikator penting yang akan memberikan nilai positif dalam proses asesmen," katanya.
Selain sesi motivasi dan penguatan, bimbingan teknis juga menghadirkan tim pendamping yang memberikan penjelasan teknis mengenai mekanisme pengisian portofolio, penyusunan deskripsi diri, sampai kelengkapan dokumen yang harus dipenuhi dalam sistem Sertifikasi Dosen.
Hafidz berharap seluruh dosen mampu menyusun portofolio berkualitas, mencerminkan kompetensi profesional, serta berhasil memperoleh sertifikat pendidik.
Keberhasilan tersebut diharapkan semakin memperkuat kualitas dosen UNG dalam melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.