Universitas Tadulako dampingi petani Parigi Moutong olah cokelat fermentasi
Minggu, 23 Agustus 2026 14:20 WIB
Tim peneliti dari Faperta Untad bersama Kelompok Tani Kuda Laut di Desa Gandasari Sausu, Kabupaten Parigi Moutong medio Agustus 2026. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)
Palu (ANTARA) -
Tim akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (Untad) memberikan pendampingan kepada Kelompok Tani Kuda Laut di Desa Gandasari Sausu, Kabupaten Parigi Moutong dalam mengelola hasil panen dan mengembangkan produk olahan cokelat terfermentasi bernilai tambah.
Ketua Tim Pengabdi Untad, Rostiati Dg. Rahmatu di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu, mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas kimia, fisik, dan sensori biji cokelat, sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi petani lokal.
"Komoditi cokelat terfermentasi dari Kelompok Tani Kuda Laut akan menghasilkan berbagai produk inovatif. Biji dan tepung cokelat ini kaya akan gizi, mengandung lemak sekitar 50-57 persen, protein, karbohidrat, polifenol sebagai antioksidan, serta senyawa alkaloid seperti teobromin dan kafein," jelasnya.
Kata dia, proses fermentasi mengubah buah cokelat lokal menjadi asam, alkohol, serta pembentuk (prekursor) rasa dan aroma khas akibat aktivitas mikroorganisme yang memecah gula, protein, dan polifenol.
Rangkaian pendampingan mencakup penyuluhan hingga pelatihan praktik, meliputi pengolahan primer yakni fermentasi tradisional dan pengeringan biji cokelat.
Pengolahan sekunder yakni penyanggraian, pengecilan ukuran, pengayakan, dan pengepresan. Serta, hilirisasi dan kemasan yakni pengolahan produk pangan berbasis cokelat hingga teknik pengemasan produk.
“Kami memberikan bantuan alat fermentasi, alat pengering, alat penyanggraian dan penggiling biji kakao,” ungkapnya.
Pendampingan yang didanai oleh Kemdiktisaintek melalui Program BIMA Tahun Anggaran 2026 itu, dilaksanakan hingga petani mahir dan siap mengoperasikan bantuan peralatan pengolahan secara mandiri.
"Produk ini bukan hanya menyehatkan, tapi juga punya prospek besar sebagai produk unggulan daerah yang bisa bersaing di pasaran," ujar Rostiati.
Kegiatan yang disusun oleh tim dosen yakni Rostiati Dg. Rahmatu, Amalia Noviyanty, dan Hauris Patti turut melibatkan mahasiswa secara langsung. Hal tersebut sejalan dengan program pemerintah "Kampus Berdampak" untuk memadukan pengalaman akademik dengan kebutuhan praktis di lapangan.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan Kelompok Tani Kuda Laut, olahan cokelat terfermentasi ini diharapkan mampu menjadi ikon pangan baru Sulawesi Tengah yang berdaya saing tinggi.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026