Untad tingkatkan keterampilan calon lulusan manfaatkan kecerdasan buatan
Jumat, 4 September 2026 19:07 WIB
Mahasiswa Universitas Tadulako mengikuti pelatihan teknologi informasi, AI, dan keterampilan digital di Kota Palu, Sulteng. ANTARA/HO-Untad Palu
Kota Palu (ANTARA) - Universitas Tadulako (Untad) Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja calon lulusan memanfaatkan teknologi informasi, artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, dan keterampilan digital.
"Jadi pelatihan tersebut dirancang untuk membekali calon lulusan dengan keterampilan digital serta kesiapan mental dalam menghadapi era rekrutmen berbasis teknologi," kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untad Kota Palu Sagaf di Kota Palu, Jumat.
Ia mengemukakan pentingnya penguasaan keterampilan non-akademik di samping pencapaian akademik di dunia kampus.
Menurut dia, gelar sarjana saja tidak lagi menjadi jaminan mutlak untuk mereka dapat terserap di dunia kerja.
"Jangan berpikir bahwa menjadi pintar hari ini dan diterima di masyarakat itu mutlak ditentukan kompetensi keilmuan. Itu sudah 60-40, skill (keterampilan) seperti ini yang harus menambah kompetensi saudara ketika menjadi alumni," ucapnya.
Ia mengharapkan seluruh calon lulusan bijak menggunakan teknologi, seperti AI yang harus dimanfaatkan sebagai kerangka berpikir pendukung, bukan untuk menggantikan peran kognitif dan kepekaan manusia.
"Kecerdasan buatan itu hanya merupakan kerangka pikir. Jangan sampai AI lebih pintar dari pada kita. Karena informasi di AI terbatas pada apa yang diprogramkan, sedangkan manusia terutama seorang sarjana lebih peka pada tempat, waktu, ruang, dan situasi di mana dia berada," katanya.
Ia menyebutkan saat ini tantangan rekrutmen kerja modern yang kini serba digital, mulai dari pendaftaran secara daring hingga seleksi administrasi tanpa berkas fisik.
Berdasarkan evaluasi dari berbagai proses rekrutmen yang bekerja sama dengan universitas, sejumlah faktor utama yang sering menjadi hambatan alumnus Untad saat mengikuti seleksi kerja, seperti pengetahuan umum, etika, dan komunikasi.
"Sebagian besar tidak lulus dari evaluasi kami, anak alumni terlalu fokus di akademik bidang ilmunya tetapi lupa ilmu umum, bahasa Indonesia, serta etika dan motivasi saat wawancara. Padahal, ketika melamar pekerjaan, bagaimana cara bersikap, menyampaikan maksud, dan menunjukkan tanggung jawab menjadi penilaian penting," kata dia.
Ia menjelaskan pelatihan non-akademik yang melibatkan pemateri dari berbagai instansi pemerintah, sektor perbankan, BUMN, hingga asosiasi pengusaha merupakan bagian dari komitmen Untad dalam mengevaluasi kurikulum dan meningkatkan daya serap lulusan di dunia kerja.
“Tanggung jawab Universitas Tadulako adalah melihat bagaimana serapan alumni di dunia kerja. Untuk memastikan alumni Untad diterima, salah satu upayanya adalah memberikan pelatihan non akademik seperti ini,” ujarnya.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026