Ustadz Luthfi nyatakan bermacam amaliah tergantung hati - ANTARA News Kalimantan Selatan

Banjarmasin (ANTARA) - Ustadz H Luthfi Syarkawi Thayib dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan, bahwa bermacam amaliah tergantung keadaan hati

"Kalau hati lagi senang, mungkin amaliah banyak dan bermacam-macam, tapi sebaliknya jika hati lagi gundah, mungkin sedikit sekali, bahkan bisa tidak ada amaliah, " ujar Uztadz Luthfi di hadapan jamaah Masjid Assa'adah tersebut sesudah Shalat Subuh, Sabtu. 

Ustadz Luthfi menyatakan itu, dalam kajian rutin Kalam Hikmah Ibnu Athaillah Askandari, seorang ahli sofi dunia Islam asal Mesir pada sekitar abad XII. 

Karenanya, menurut ustadz keluaran Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Martapura, Kabupaten Banjar tersebut, bagaimana cara agar hati itu tenang atau jangan sampai "galau" (gundah). 

"Sebab kalau hati tenang atau tidak kotor, selain kemungkinan dapat melakukan beragam amaliah dan banyak, juga bisa berdampak pada kesehatan jasmani dan rohani," ujar ustadz muda tersebut. 

Pasalnya hati merupakan raja dari seluruh anggota badan, oleh sebab itu menjaga kebersihan hati hal yang prima supaya tidak berdampak negatif terhadap perbuatan ataupun amaliah, lanjut Ustadz Luthfi. 

Pada kesempatan kajian Kalam Hikmah Ibnu Athaillah kali ini, Ustadz Luthfi lebih banyak menekankan menjaga atau memelihara hati supaya jangan sampai kotor. 

"Sebagaimana Sabda Rasulullah Muhammad SAW kalau hati (qalbu) kotor bisa menimbulkan hal-hal yang kotor pula. Hal tersebut bisa berdampak kurang baik pada hari kemudian atau alam akhirat," demikian Ustadz H Luthfi Syarkawi Thayib. 

Sementara nadzir atau marbot Masjid Assa'adah mentradisikan suguhan minuman kopi di sela-sela pengajian tersebut sebagai salah satu upaya mengurangi kantuk (mau tidur) karena mungkin di antara jamaah sudah bangun tidur sejak dinihari. 

Ustadz H Luthfi Syarkawi Thayib saat tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin sesudah Shalat Subuh, Sabtu. (ANTARA/Syamsuddin Hasan)

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.