REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Universitas Terbuka (UT) menargetkan dapat melayani 1 juta mahasiswa dalam dua tahun ke depan. Target tersebut disiapkan seiring jumlah mahasiswa UT yang kini telah mencapai 856.444 orang.
“Ini adalah bagian upaya kita untuk memastikan bahwa setahun-dua tahun ke depan kita akan mampu, layak, dan pantas untuk melayani 1 juta mahasiswa,” ucap Rektor UT Ali Muktiyanto di UTCC, Tangerang Selatan, Jumat (4/9/2026).
Ali mengatakan, UT sejak awal didirikan untuk memperluas akses pendidikan tinggi agar dapat dijangkau masyarakat tanpa dibatasi ruang dan waktu. Setelah lebih dari empat dekade, jumlah mahasiswa yang dilayani menunjukkan luasnya kebutuhan terhadap model pendidikan tinggi yang fleksibel.
“Skala ini menunjukkan peran strategis UT dalam menyediakan pendidikan tinggi yang terbuka, fleksibel, berbasis teknologi, serta dapat diakses tanpa batas ruang dan waktu,” kata dia.
Menurut Ali, tantangan UT ke depan tidak hanya berkaitan dengan perluasan akses pendidikan, tetapi juga peningkatan kualitas inovasi dan layanan bagi mahasiswa. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian UT dalam memasuki usia ke-42 tahun.
Semangat tersebut menjadi tema Acara Puncak Dies Natalis ke-42 UT, “Mendunia dengan Inovasi, Berdampak untuk Negeri”, yang digelar di UT Pusat, Tangerang Selatan.
Acara tersebut menjadi penutup rangkaian Dies Natalis ke-42 UT dan Disporseni Nasional Tahun 2026. Rangkaian kegiatan mencakup agenda akademik, sosial, olahraga, seni, inovasi, hingga pemberian penghargaan.
Rangkaian tersebut juga diarahkan pada tiga pilar utama UT, yakni peningkatan kewibawaan akademik, daya jangkau dan layanan mahasiswa, serta kualitas dan kapasitas tata kelola.
Pada momentum tersebut, UT juga meluncurkan aplikasi dan UT Jakarta 2. Agenda tersebut berlangsung bersamaan dengan peluncuran Buku Dies Natalis ke-42 UT serta Buku Non-Bahan Ajar (BNBA).
Ali mengatakan, perjalanan UT selama 42 tahun menunjukkan bahwa pendidikan terbuka terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Perluasan akses pendidikan juga perlu diikuti dengan inovasi layanan agar semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan untuk belajar dan berkembang.
“Tali juga memastikan setiap inovasi, layanan, karya, dan kolaborasi menghadirkan peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi bagi negeri,” kata Ali.