Baca Juga: Rais Syuriah PCNU Garut Minta Dedi Mulyadi Tak Intervensi Muktamar NU
Selain itu, sejumlah nama populer juga dimasukkan ke dalam berbagai posisi strategis.
Daftar Tokoh dalam Kabinet Tangguh
Dalam poster yang beredar, Mahfud MD disebut sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM. Sementara Bambang Brodjonegoro tercantum sebagai Menteri Koordinator Perekonomian.
Nama Anies Baswedan ditempatkan sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan SDM. Kemudian Agus Harimurti Yudhoyono disebut mengisi posisi Menteri Koordinator Pertahanan, Keamanan dan Strategis.
Untuk posisi Menteri Pertahanan, poster tersebut mencantumkan nama Gatot Nurmantyo.
Sementara Purbaya Yudhi Sadewa disebut sebagai Menteri Keuangan dan Thomas Trikasih Lembong sebagai Menteri Perdagangan, Investasi dan Hilirisasi.
Sejumlah tokoh lain juga masuk dalam daftar, di antaranya Susi Pudjiastuti, Ganjar Pranowo, Retno L.P. Marsudi, Tri Rismaharini, Wishnutama Kusubandio, Rocky Gerung, Abraham Samad, hingga Anindya Novyan Bakrie.
Poster tersebut turut menampilkan slogan “Indonesia Maju, Rakyat Sejahtera!”, “Profesional, Bersih, Berani”, serta tagar #TangguhUntukIndonesia.
Darmaningtyas Soroti Fenomena Kabinet Alternatif
Beredarnya poster Kabinet Tangguh turut mendapat perhatian dari aktivis pendidikan, Darmaningtyas.
Ia melihat kemunculan daftar tersebut sebagai bentuk kreativitas warganet yang juga dapat mencerminkan ekspresi ketidakpuasan terhadap kondisi pemerintahan saat ini.
Fenomena itu dinilai menarik karena sebelumnya juga sempat muncul daftar yang disebut sebagai Kabinet Bayangan.
Kemunculan berbagai susunan kabinet alternatif ketika pemerintahan resmi masih berjalan menjadi bagian dari dinamika percakapan politik di media sosial.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Pertemuan Dedi Mulyadi dengan Syuriah NU Disorot Banyak Pihak
Bukan Kabinet Resmi Pemerintah
Meski memuat banyak nama tokoh nasional, Kabinet Tangguh bukan susunan kabinet resmi pemerintah.
Pencantuman Dedy Mulyadi, Ahok, maupun tokoh lainnya dalam poster tidak menunjukkan adanya penetapan resmi untuk jabatan-jabatan tersebut.
Poster itu sejauh ini merupakan konten yang beredar di media sosial dan menjadi bahan perbincangan warganet mengenai kemungkinan arah kepemimpinan Indonesia pada masa mendatang.