Wagub DIY: Pelatihan membatik difabel perluas kesempatan berkarya
Rabu, 16 September 2026 17:54 WIB
Kegiatan membatik bersama 100 difabel di Yogyakarta. Rabu (16/9/2026) (ANTARA/HO-Humas Pemda DIY)
Yogyakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) KGPAA Paku Alam X menyatakan pelatihan membatik yang diikuti 100 difabel dapat menjadi ruang bagi penyandang disabilitas itu untuk memperluas kesempatan dalam berkarya dan berkembang.
"Kegiatan ini sekaligus meneguhkan keyakinan bahwa setiap manusia memiliki kemampuan untuk tumbuh, berdaya, dan menghasilkan karya yang bernilai," kata Wagub DIY dalam sambutan kegiatan Membatik Bersama 100 Difabel di Yogyakarta, Rabu.
Menurut Wagub, batik mengajarkan manusia bahwa setiap titik dan garis yang ditulis membutuhkan ketekunan, ketelitian, bahkan keberanian dalam membentuk corak, bukan ketergesa-gesaan.
Nilai tersebut, kata dia, selaras dengan semangat yang diusung dalam kegiatan membatik bersama, sebagai bagian dari upaya membuka ruang dan memperluas kesempatan bagi teman difabel untuk terus berkarya.
"Dalam pengertian itulah kegiatan membatik bersama 100 difabel ini menjadi ikhtiar untuk membuka ruang, memperluas kesempatan dan meneguhkan setiap manusia memiliki kemampuan untuk tumbuh serta menghasilkan karya yang bernilai," katanya.
Dia mengatakan salah satu tantangan masa kini adalah memastikan kekayaan budaya yang ada dapat menghadirkan ruang partisipasi yang setara dan inklusif.
Inklusivitas tersebut, kata dia, perlu diwujudkan dengan memberikan kesempatan bagi setiap individu untuk berkarya, berkembang, serta memperoleh penghargaan yang layak atas karya yang dihasilkan.
"Dari sinilah cita-cita menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu sentra batik difabel Indonesia memperoleh maknanya. Sebuah ekosistem tempat kebudayaan kreativitas, pemberdayaan sosial dan kemandirian ekonomi saling menguatkan," katanya.
Pemda DIY berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum tumbuhnya identitas batik difabel Yogyakarta yang memiliki kekhasan, karakter, dan nilai budaya tersendiri, sekaligus mendorong lahirnya talenta-talenta baru di bidang pembatikan.
Kepala Dinas Sosial DIY Suyarno dalam laporannya mengatakan kegiatan membatik bersama difabel bertajuk "Wujudkan Difabel Mandiri dan Produktif, Menuju DIY Sentra Batik Difabel" ini, sejalan dengan komitmen Pemda DIY dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.
"Termasuk dalam memastikan perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas untuk memperoleh kesempatan yang setara," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026