Bogor (ANTARA) - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, terus mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, pola makan dengan memperbanyak aktivitas fisik, bergerak serta berolahraga.
Pesan itu disampaikan Dedie saat menghadiri kegiatan Gerakan Sehat Prolanis dalam rangka semarak HUT BPJS Kesehatan ke-58 di Taman Lansia Kota Bogor, Sabtu.
Ia menegaskan, kesehatan berasal sari kedisiplinan pola makan dan pola hidup sehat. Kebiasaan berolah raga salah satunya.
"Ayo berolah raga, manfaatkan fasilitas yang di lingkungan tempat tinggal maupun di fasilitas publik Kota Bogor," katanya.
Dedie Rachim mengatakan, saat ini angka harapan hidup masyarakat Kota Bogor mencapai 76,24 tahun. Hal tersebut menunjukkan bahwa warga Kota Bogor memiliki usia harapan hidup yang cukup tinggi di Indonesia.
"Jadi memang ini fakta data kesehatan, serta upaya yang terus dilakukan bersama menuju langkah perbaikan agar masyarakat sehat. Ini juga memang harus muncul kesadaran dari bagaimana cara untuk mulai membiasakan diri bergerak," ungkap Dedie Rachim.
Dedie Rachim berharap program Prolanis yang dilaksanakan BPJS Kesehatan dapat diikuti oleh berbagai pihak sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Bogor, Jayadi, mengatakan bahwa pengabdian bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga merupakan panggilan. Pengabdian bukan hanya tentang menjalankan tugas, tetapi tentang menghadirkan manfaat bagi sesama.
Melalui Prolanis, BPJS Kesehatan memiliki program pengelolaan penyakit kronis dengan upaya pencegahan.
"Penyakit kronisnya dua saja, DM dan Hipertensi, karena ini bisa komplikasinya ke cuci darah ya. Jadi, ini dikelola dengan baik dengan aktivitas fisik yang nanti sebentar kita lakukan dengan Gerak Sehat Prolanis. Jadi, selama ini kan senam ya, nah sekarang berubah dengan cara gerak jalan sehat 335, jalan lambat 3 menit jalan cepat tiga menit 5 putaran," ungkapnya.
Dengan kegiatan tersebut, diharapkan dapat memperkuat kondisi fisik, meningkatkan kesehatan, serta mengurangi ketergantungan atau kebutuhan terhadap obat.
Pewarta: Pewarta BPJ
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.