Banjarbaru (ANTARA) - Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Erna Lisa Halaby mendorong percepatan pembangunan Jalan Purnawirawan-Guntung Manggis untuk membuka akses dan pertumbuhan ekonomi baru di kawasan setempat.
Salah satu ruas jalan yang dikebut pengerjaannya Jalan Purnawirawan menembus kawasan Guntung Manggis yang pembangunannya dilaksanakan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
"Pengerjaan jalan melalui program IJD yang dilaksanakan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan dengan nilai kontrak mencapai Rp35,4 miliar," ujar Lisa usai meninjau pengaspalan di lokasi jalan, Jumat.
Lisa didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Banjarbaru Eka Yuliesda Akbari turun langsung memantau proses pembangunan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target dan standar yang ditetapkan.
Baca juga: Banjarbaru bangun Jalan Lingkar Selatan untuk buka akses ekonomi baru
Menurut Lisa, pembangunan ruas jalan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka kawasan yang selama ini memiliki keterbatasan akses keluar kawasan itu.
"Jalan baru yang terus kami pantau pengerjaan ini membuka kawasan terisolir yang selama ini tidak memiliki akses dan diharapkan menumbuhkan titik-titik pertumbuhan baru di Kota Idaman Banjarbaru," ungkapnya.
Disebutkan Lisa, pengerjaan ruas Jalan Purnawirawan-Guntung Manggis memiliki panjang 2,1 kilometer dengan lebar aspal 5,5 meter dan lebar badan jalan 8,5 meter dilaksanakan PT Multi Prasarana Utama.
Lisa menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan salah satu bagian penting membangun konektivitas kota yang terus berkembang dan jalur alternatif antarkawasan mengurangi tekanan lalu lintas ruas jalan utama.
Baca juga: Pemkot percepat Jalan Lingkar Selatan atasi kemacetan Banjarbaru
"Pembangunan jalan penghubung itu bagian dari 14 trase jalan lingkar kota. Jaringan membentuk sistem konektivitas perkotaan terintegrasi seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat," ucapnya.
Dikatakan Lisa, pembukaan akses baru memiliki dampak yang lebih luas dibanding memudahkan perjalanan karena Infrastruktur jalan menjadi pemicu munculnya aktivitas ekonomi baru di kawasan belum berkembang.
"Harapan kami, terhubungnya dua kawasan memudahkan akses bagi masyarakat, distribusi barang dan jasa semakin lancar sehingga membuka peluang tumbuhnya usaha dan pusat ekonomi baru," harapnya.
Ditambahkan, pengembangan 14 trase jalan lingkar tersebut secara bertahap mampu memperkuat struktur jaringan jalan kota dan memberikan alternatif bagi masyarakat dalam melakukan perjalanan antarkawasan.
"Pembangunan infrastruktur juga menegaskan arah kebijakan tidak hanya berorientasi fisik, tetapi juga menjadikan infrastruktur instrumen membuka akses, memperluas konektivitas, menggerakkan perekonomian, dan menciptakan titik-titik pertumbuhan baru," katanya.
Pewarta: Yose Rizal
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.