Banjarbaru (ANTARA) - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambut positif inovasi cairan surfaktan untuk memadamkan lahan gambut terbakar yang digagas Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.
"Setiap inovasi yang membuat pemadaman menjadi lebih efektif dan efisien tentu bagus dan perlu dikembangkan," kata dia di Banjarbaru, Kamis.
Wapres melihat langsung penanggulangan karhutla oleh Satgas Darat di area ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Termasuk bagaimana inovasi cairan surfaktan yang dikembangkan Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel bekerja membasahi gambut terbakar di kedalaman hingga dua meter.
Cairan surfaktan berbahan dasar nabati ramah lingkungan itu sebelumnya dicampurkan ke kolam portabel bioflok yang dipasang mendekati titip api sebagai sumber air pemadaman.
Komposisinya satu banding 100, artinya kolam bioflok kapasitas 12 ribu liter dicampurkan 120 liter cairan surfaktan.
Hasilnya, sangat efektif menghentikan penyebaran api bawah tanah.
Selain efektif memadamkan bara tersembunyi, penggunaan larutan surfaktan mampu menghemat konsumsi air secara signifikan hingga 50 persen.
Wapres juga melihat suhu tanah melalui drone thermal yang dioperasikan melacak sumber api bawah tanah.
Terdata suhu tanah mencapai 300 derajat celsius dan ketika dilakukan metode suntik gambut dengan cairan surfaktan, suhu secara cepat dingin dan turun hingga 30 derajat celsius.
Kapolda melaporkan, cairan hasil inovasi itu terus diproduksi untuk penanggulangan karhutla khususnya di tanah gambut.
Bahkan sebanyak satu ton telah dikirim ke Polda Kalimantan Tengah untuk membantu pemadaman karhutla di provinsi tetangga itu.
Pewarta: Firman
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.