Pontianak (ANTARA) - Dalam dua hari terakhir, setiap SPBU di Kota Pontianak terlihat ada antrean pajang warga untuk mengisi bahan bakar minyak. Antrean pajang tersebut hingga memakan badan jalan raya.
Seperti terpantau di Jalan Tanjung Raya 2, sejak pagi sudah terdapat antrean panjang. Saat sore, SPBU tutup karena bahan bakar sudah habis. Begitu di daerah lainnya di, antrean panjang juga terjadi seperti di Jalan Imam Bonjol, Jalan Merdeka dan lainnya.
"Berharap antrean tidak panjang dan kondisi normal lagi, " ujar Kris salahsalah seorang warga di Pontianak, Selasa.
Ia mengatakan kondisi antrean panjang bisa membuat kondisi panik sehingga orang berbondong - bondong untuk mengantre serta lainnya.
"Semoga saja tidak ada memanfaatkan kesempatan ini untuk jual BBM mahal di eceran. Kalau begitu makin panik lagi. Sudah lah panjang antrean di SPBU, di eceran mahal, " papar dia.
Sebelumnya Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendesak PT Pertamina Patra Niaga segera menormalkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Pontianak.
Menurutnya, kondisi tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi mempengaruhi kelancaran mobilitas maupun roda perekonomian apabila tidak segera diatasi.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota Pontianak menghormati penjelasan Pertamina mengenai kendala distribusi akibat kapal pengangkut BBM harus menunggu air pasang Sungai Kapuas. Namun, pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas dan kondisi tersebut perlu diantisipasi agar tidak terus berulang.
"Apapun kendalanya, masyarakat tidak boleh menjadi pihak yang menanggung dampaknya terlalu lama. Distribusi harus segera dipulihkan dan langkah antisipasi perlu disiapkan agar kejadian serupa tidak terulang," tegasnya
Pewarta: Dedi
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.