Rabu, 23 September 2026 - 22:30 WIB
Solok, VIVA – Sebanyak 240 warga di tiga kawasan perumahan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, terdampak banjir bandang yang melanda daerah itu dengan kondisi dampak berbeda, baik terkena langsung maupun tidak langsung akibat bencana tersebut.
Baca Juga
Bupati Solok Jon Firman Pandu, mengatakan warga terdampak tersebut berada di tiga kawasan perumahan dengan tingkat dampak yang berbeda akibat bencana banjir bandang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Ada tiga perumahan yang terdampak bencana. Berdasarkan data yang kita dapat, ada sekitar 240 warga kita di sini, ada yang terdampak langsung dan ada yang tidak terdampak langsung," katanya saat meninjau Perumahan Nuansa Griya, Arosuka, Rabu, 23 September 2026.
Baca Juga
Ia mengatakan penanganan terhadap warga terdampak dilakukan dengan membersihkan material lumpur yang menggenangi jalan dan lingkungan perumahan.
Pemerintah Kabupaten Solok bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, relawan dan unsur terkait lainnya dikerahkan untuk membersihkan material banjir bandang di kawasan tersebut.
Baca Juga
Selain pembersihan material, pemerintah menyiapkan dapur umum dan menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak bencana.
Bupati Solok itu mengatakan dukungan relawan dari sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat turut membantu mempercepat pembersihan material dan penanganan warga terdampak di sejumlah lokasi.
Menurut dia, penanganan bencana dilakukan secara bersama karena dampak yang ditimbulkan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, terutama dalam pembersihan lingkungan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Banjir bandang tersebut juga menjadi bahan evaluasi pemerintah Kabupaten Solok terhadap kondisi kawasan, keselamatan masyarakat dan pegawai serta proses perizinan yang berkaitan dengan kawasan terdampak.
"Perizinan AMDAL kita cek detail, mungkin seperti apa prosesnya dan akan kita evaluasi," katanya.
Pemerintah Kabupaten Solok juga mulai membahas kemungkinan pemindahan kawasan perkantoran apabila hasil evaluasi menunjukkan lokasi tersebut memiliki risiko terhadap keselamatan pegawai dan masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, ia menegaskan rencana pemindahan kawasan perkantoran tersebut masih berupa wacana awal dan belum menjadi keputusan pemerintah Kabupaten Solok.
Di lapangan, aparatur sipil negara (ASN) turut membantu membersihkan kawasan yang terdampak material banjir bandang bersama TNI, Polri, relawan dan unsur lainnya.
Halaman Selanjutnya
Dia mengatakan kejadian tersebut menjadi bahan koreksi bagi pemerintah daerah dalam memperbaiki penanganan bencana, mengingat Kabupaten Solok juga mengalami bencana pada akhir 2025. (Ant)