:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361476/original/049022300_1790733852-thai_1.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia bersiap menghadapi Thailand pada partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB.
Tiga nama di kubu Gajah Perang dinilai dapat menjadi pembeda dan mengganggu langkah skuad Garuda meraih trofi.
Berbeda dengan tim yang mengandalkan satu bintang, Thailand di bawah Anthony Hudson tampil merata di hampir semua lini. Sepanjang fase penyisihan, mereka memang tidak punya sosok yang sedominan Mitchell Baker dengan lima gol atau Bergson da Silva yang menorehkan empat gol, tetapi efektivitas kolektif menjadi kekuatan utama.
Disarikan dari Bola.com, berikut tiga pemain Thailand yang patut diwaspadai jelang final malam ini.
1. Seksan Ratree
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5291812/original/090583100_1753197347-tha.jpg)
Perbesar
Lini tengah Thailand menyimpan ancaman dari gelandang kreatif muda, Seksan Ratree. Area ini akan menjadi ajang duel krusial bagi Joey Pelupessy dan rekan-rekan untuk meredam aliran bola lawan.
Sepanjang turnamen, kesempatan tampil sebagai starter memang baru sekali ia dapatkan. Namun, setiap kali dipercaya masuk ke lapangan, kontribusinya konsisten terasa.
Pemain 23 tahun tersebut sudah mengemas dua assist untuk Gajah Perang, bukti kecermatan dalam mengirim umpan kunci saat tim membutuhkan.
Berseragam Port FC, Seksan dikenal cermat membaca ruang dan tempo. Membatasi ruang geraknya menjadi penting agar suplai bola matang ke lini depan Thailand tidak mengalir bebas.
2. Teerasak Poeiphimai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4533476/original/027287800_1691666727-000_33F982V.jpg)
Perbesar
Di garis depan, Thailand punya penyerang yang berpotensi merepotkan barisan belakang Indonesia: Teerasak Poeiphimai. Ketajamannya ikut mengantar Gajah Perang melaju hingga ke partai final.
Kontribusi Teerasak tercermin lewat dua gol dan satu assist di turnamen ini. Meski pada fase grup ia tidak selalu turun sebagai starter, dampaknya tetap signifikan ketika berada di kotak penalti.
Berusia 24 tahun dan sama-sama memperkuat Port FC, Teerasak punya kelebihan dalam penempatan posisi. Elkan Baggott dan kolega dituntut sigap menjaga area berbahaya agar peluang bersihnya dapat ditekan.
Mobilitas dan ketenangan Teerasak saat menerima bola pantul menjadi detail yang perlu dicermati. Satu celah di area enam belas dapat langsung ia konversi menjadi ancaman.
3. Sarach Yooyen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4730486/original/071066200_1706617413-000_34H96PN.jpg)
Perbesar
Pengalaman menjadi modal penting Thailand, dan sosok yang mewakili aspek itu adalah Sarach Yooyen. Gelandang senior ini diprediksi menjadi poros sirkulasi bola yang mesti diputus oleh anak asuh John Herdman.
Pemain 34 tahun tersebut berstatus kapten tim dan pemilik caps terbanyak di skuad Gajah Perang saat ini. Perannya tidak hanya pada distribusi, tetapi juga menjaga struktur permainan di tengah.
Sejak debut pada November 2013, Sarach telah mencatat 83 penampilan dengan koleksi enam gol untuk tim nasional.
Salah satu golnya di fase penyisihan grup ikut membantu Thailand menundukkan Vietnam. Keberadaan Sarach kerap menjadi penentu ritme, sehingga antisipasi ketat terhadapnya berpotensi mengganggu kenyamanan Thailand membangun serangan.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Highlight Semifinal Asian Games 2026: Bintang/Sofyan Tekuk Jepang 2-0, Indonesia ke Final!