Kota Bengkulu (ANTARA) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mengatakan komitmen pemerintah dan lembaga penyalur dalam mendorong inklusi keuangan berlanjut terlihat sebanyak 8.537 pelaku usaha di wilayah Provinsi Bengkulu telah memanfaatkan program usaha ultra mikro (UMi).
"Hingga awal Agustus 2026, sebanyak 8.537 pelaku usaha memanfaatkan pembiayaan UMi dengan total penyaluran mencapai Rp58,28 miliar," kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Bengkulu Mohamad Irfan Surya Wardhana di Kota Bengkulu, Jumat.
Dengan banyaknya penyaluran program UMi tersebut menegaskan bahwa komitmen pemerintah dan lembaga penyalur dalam mendorong inklusi keuangan, tetapi juga menjadi bukti nyata akselerasi ekonomi akar rumput pasca-pandemi yang semakin kuat.
Ia menyebut, rata-rata pemanfaatan program UMi didominasi oleh perempuan, dan dengan demikian merepresentasikan kuatnya gerakan women empowerment atau pemberdayaan perempuan di Provinsi Bengkulu, karena mampu penciptaan lapangan kerja skala mikro dan penopang ekonomi keluarga.
Irfan menerangkan, untuk penyaluran program UMi di Bengkulu paling banyak yaitu Kabupaten Bengkulu Utara 1.591 debitur dengan penyaluran Rp11,64 miliar, Kota Bengkulu 1.808 debitur dengan Rp13,68 miliar.
Kabupaten Seluma yaitu 826 debitur dengan Rp4,83 miliar, Kabupaten Bengkulu Selatan 644 dengan Rp3,84 miliar, Kabupaten Bengkulu Tengah Rp644 debitur dengan Rp6,31 miliar, Kabupaten Kaur 520 debitur dengan Rp13,24 miliar.
Kemudian, Kabupaten Kepahiang sebanyak 698 debitur dengan 4,56 miliar, Kabupaten Lebong yaitu 410 debitur dengan Rp2,43 miliar, Kabupaten Mukomuko 588 debitur dengan Rp3,69 miliar, dan Kabupaten Rejang Lebong 582 debitur dengan Rp4,03 miliar.
Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.