Didukung 30,45 juta pengguna terdaftar dan 9,06 juta pengguna aktif, ekosistem digital KAI mengelola perjalanan pelanggan sejak perencanaan hingga pemantauan perjalanan
Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat Access by KAI sebagai pengelola perjalanan pelanggan dalam ekosistem KAI Group. Melalui satu pintu digital, aplikasi tersebut menghubungkan kebutuhan perjalanan menggunakan KA antarkota, KA lokal, Commuter Line, LRT Jabodebek, KA Bandara, dan kereta cepat.
Pengembangan tersebut menempatkan Access by KAI sebagai bagian penting dalam pengelolaan pengalaman pelanggan. Pelanggan dapat memilih layanan, merencanakan tujuan, membeli tiket, memesan layanan pendukung, hingga memperoleh informasi posisi perjalanan melalui fitur yang tersedia dalam aplikasi.
Sepanjang Januari–Juni 2026, penjualan tiket KA utama dan KA lokal melalui Access by KAI mencapai 17.009.374 transaksi atau 76,34 persen dari total 22.281.645 transaksi pada seluruh kanal penjualan.
Dari sisi volume, Access by KAI melayani pembelian 24.544.468 tiket, setara 73,68 persen dari keseluruhan volume penjualan KA utama dan KA lokal sebanyak 33.313.364 tiket pada Semester I 2026.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, tingginya pemanfaatan aplikasi menunjukkan perubahan cara pelanggan dalam merencanakan dan mengelola perjalanan kereta api.
“Digitalisasi kami arahkan untuk mengurangi tahapan perjalanan yang terpisah. Pelanggan memiliki kendali lebih besar sejak menentukan layanan, menyusun rencana perjalanan, membeli tiket, menyiapkan kebutuhan selama perjalanan, hingga memantau posisi kereta api,” ujar Anne.
Hingga 30 Juni 2026, Access by KAI memiliki 30.449.049 pengguna terdaftar, bertambah 3.154.132 pengguna sepanjang Semester I 2026. Jumlah pengguna yang aktif menggunakan aplikasi dalam 30 hari terakhir mencapai 9.058.935 pengguna.
Sementara itu, jumlah unduhan kumulatif Access by KAI telah mencapai 41.011.320 unduhan. Dari keseluruhan pengguna terdaftar, sebanyak 4.893.743 pengguna telah menjadi member premium atau sekitar 16,07 persen.
Ekosistem tersebut diperkuat melalui Trip Planner yang membantu pelanggan menyusun pilihan perjalanan, reservasi hotel untuk mendukung kebutuhan di kota tujuan, serta Railfood untuk pemesanan makanan. Pelanggan juga dapat memanfaatkan Female Seat Map dalam memilih tempat duduk serta Live Tracking untuk memperoleh informasi posisi perjalanan.
Keterhubungan enam layanan rel dalam satu ekosistem digital juga memberi gambaran kebutuhan pelanggan secara lebih menyeluruh. Seorang pelanggan dapat menggunakan KA antarkota menuju kota tujuan, melanjutkan perjalanan dengan Commuter Line, LRT Jabodebek, KA Bandara, KA lokal, atau kereta cepat sesuai kebutuhan mobilitasnya.
Data perjalanan yang semakin terhubung menjadi bahan evaluasi KAI Group dalam menyelaraskan informasi, memperbaiki tahapan layanan, serta menghadirkan pengalaman yang lebih konsisten meskipun pelanggan menggunakan lebih dari satu jenis layanan.
“Kami ingin pelanggan merasakan perjalanan sebagai satu rangkaian pengalaman yang utuh. Pergantian jenis layanan seharusnya tetap mudah direncanakan, mudah diakses, dan informasinya dapat dipahami sejak awal,” kata Anne.
KAI secara berkelanjutan menerima masukan pelanggan dari berbagai kanal layanan. Pola penggunaan aplikasi dan voice of customer menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kemudahan navigasi, kejelasan informasi, keandalan fitur, serta relevansi layanan dengan kebutuhan pelanggan.
“Setiap masukan pelanggan memberikan gambaran mengenai bagian perjalanan yang perlu disempurnakan. Evaluasi tersebut menjadi dasar bagi KAI dalam mengembangkan Access by KAI agar semakin mudah digunakan dan mampu mendukung kebutuhan perjalanan yang terus berkembang,” tutup Anne.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.