Kamis, 23 Juli 2026, 13:54 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Ketegangan di Selat Hormuz kembali memuncak. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf yang juga negosiator utama Teheran melempar peringatan keras kepada Amerika Serikat bahwa situasi di jalur perairan strategis itu tidak akan pernah kembali seperti sebelum perang.
"Persamaan dalam perang ini sudah jelas: semuanya atau tidak sama sekali!" kata Ghalibaf dalam pernyataan via media sosial X, dilansir Anadolu Agency dan Al Arabiya, Kamis (23/7/2026).
Ghalibaf secara terang-terangan mengancam negara-negara di kawasan Timur Tengah. Jika Iran dihalangi menjual minyak, tidak ada negara lain yang akan bisa melakukannya.
"Di kawasan di mana kami tidak dapat menjual minyak, tidak akan ada pihak lain yang akan menjual minyak," ucapnya.
Ancaman Ghalibaf tidak berhenti di sektor energi. Ia memperingatkan bahwa seluruh infrastruktur di kawasan bisa menjadi sasaran jika keamanan Iran tidak terjamin.
"Jika keamanan kami tidak terjamin, tidak akan ada infrastruktur yang aman, dan selat tersebut hanya akan aman jika tidak ada kehadiran pasukan Amerika," ujarnya merujuk pada Selat Hormuz.
Ghalibaf juga menegaskan Teheran tidak berniat mengembalikan kondisi Selat Hormuz ke situasi sebelum perang. Pernyataan itu menurut Al Arabiya terkesan mendeklarasikan perang terhadap seluruh kawasan.
Pernyataan keras ini muncul beberapa jam setelah Trump melontarkan ancaman balasan via Truth Social. Trump mengancam akan mengebom satu jembatan atau pembangkit listrik Iran setiap kali Teheran menyerang kapal komersial di Selat Hormuz.
Baca Juga: Tanggapi Ancaman Terbaru Iran, Trump: Amerika Serikat Tak Butuh Selat Hormuz
"Mulai saat ini, setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz, baik menggunakan rudal, roket, drone, maupun perangkat atau senjata lainnya, Amerika Serikat akan mengebom dan menghancurkan SATU JEMBATAN ATAU PEMBANGKIT LISTRIK, termasuk yang terletak di dekat atau di dalam Ibu Kota Teheran," kata Trump.
Teheran tetap bersikeras menjalankan kendali atas Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan jangka panjangnya. Iran menyatakan pelayaran komersial hanya akan aman jika kapal-kapal berkoordinasi dengan pihaknya di bawah pengaturan maritim terbaru.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy